Nasional

Buruan, NasDem Buka Pendaftaraan Buat Calon Kepala Daerah

nasdem

Ayonews, Jakarta

Partai NasDem secara resmi telah membuka masa penjaringan, penyaringan dan penetapan bakal calon kepala daerah untuk bertarung dalam Pilkada serentak pada 2017. DPP telah menyampaikan instruksikan ke daerah (DPD), hari ini adalah hari pertama membuka pendaftaran untuk bakal calon kepala daerah.

“Mulai dari penjaringa hingga proses verifikasi,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem, Enggartiasto Lukita di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Senin (7/3).

Enggar mengakui, pendaftaran kali ini dibuka lebih awal dibandingkan Pilkada serentak 2015. Hal itu dilakukan demi mempersiapkan bakal calon kepala daerah sedini mungkin dan dapat mengkomunikasikannya kepada pemilih. Ada sejumlah tahap yang harus dilalui bagi bakal calon kepala daerah yang hendak maju diusung atau didukung Nasdem.

Seperti diketahui, pada 2017 mendatang ada sebanyak 101 kota yang akan menggelar Pilkada serentak. “Kami sudah memulai proses penjaringan bakal calon kepala daerah 2017. Kami dari DPP sama seperti pada Pilkada 2015, ada tim tujuh Pilkada yang terdiri dari tujuh orang ditambah Sekjen,” katanya.

Menurut Enggar, seluruh yang terdaftar harus disampaikan, untuk kemudian disaring menjadi tiga nama. DPD di dalam menetapkan harus melalui melalui rapat pleno, tidak berdasarkan orang per orang. Masa pendaftaran calon kepala daerah Partai Nasdem dimulai pada 8 sampai 20 Maret 2016. Di dalam masa pendaftaran sekaligus juga dilakukan verifikasi administrasi calon.

Selanjutnya, pada tanggal 21 Maret 2016 akan dilakukan penetapan nominasi bakal calon melalui rapat pleno DPD. Pada 22 hingga 23 Maret 2016, DPD menyampaikan nominasi bakal calon itu kepada DPW. Dalam tahap ini, DPW boleh menambahkan dua nominasi lagi. Jadi, total bakal calon kepala daerah yang ditetapkan sejumlah lima orang.

Pada 28 hingga 30 Maret 2016, DPW mengirimkan lima nominasi kepada Tim VII Bappillu. Tim akan menyampaikan hasil paparan DPW pada 1 sampai 6 April 2016. “Selanjutnya, kami akan lakukan survei demi melihat elektabilitas dan akseptabilitas bakal calon kepala daerah ini,” ujar Enggar. (***)

Most Popular

To Top