Korupsi

Belanja Fiktif Hingga Rugikan Negara 5,7 Miliar, 2 Pejabat KPU dan 1 Rekanannya Dijeblosin Jaksa ke Penjara

image

Ayonews, Surabaya
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pada pengadaan dan distribusi daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2014 telah ditahan  Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
dan dijebloskan ke Rutan Klas I Medaeng, Waru, Sidoarjo.

Tiga tersangka itu terdiri dari, dua  pejabat KPU Jatim, Achmad Suhar sebagai bendahara serta Anton Yuliono, pejabat penanda tangan surat perintah membayar. Sedangkan satu rekanan yang ikut menyusul ke rutan Medaeng adalah Nanang Subandi-rekanan KPU Jatim.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Jatim Romy Arizyanto di kantor kejati, Jalan A Yani Surabaya, Rabu (2/3/2016), menerangkan, berdasarkan temuan dari hasil inspektorat KPU RI adanya 3 kegiatan belanja fiktif barang berupa belanja angkutan distribusi modul pendidikan pemilih pemula, pamflet dan poster informasi pemilu belanja barang, belanja barang angkutan distribusi logistik, barang sampul untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, belanja barang angkutan distribusi formulir model C dan D untuk logistik pemilu presiden.

“Akibat perbuatan para tersangka,  negara rugi sekitar Rp 5,7 milliar,” tuturnya.

Menurut Romy, kerugian tersebut berdasarkan hasil audit BPK RI yang ditindaklanjuti oleh inspektorat KPU RI.

“Ketiga tersangka  selama 20 hari per hari ini,” ujarnya.

Penanahanan tersangka setelah ketiganya diperiksa di Kejati Jatim. Hari ini rencananya juga memanggil dua tersangka lainnya, Fahrudi-pegawai salah satu BUMN yang juga perantara proyek dan Ahmad Sumariyono-konsultan KPU Jatim. Namun, kedua tersangka ini mangkir dari panggilan jaksa.

“Keduanya akan kita panggil untuk diperiksa pada Senin pekan depan,” tandasnya.(***)

Most Popular

To Top