Nasional

Usut Tuntas Maraknya Kebakaran di Pasar Tradisional

pasar terbakar

Ayonews, Jakarta

DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), meminta Pemerintah maraknya kasus kebakaran yang terjadi di Pasar tradisional.

Dewan Pembina DPP IKAPPI Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan, maraknya kebakaran pasar yang terjadi sepanjang tahun 2015 yang lalu dan juga sepanjang awal tahun 2016 harus disikapi secara serius.

“Selama ini konsleting listrik selalu saja yang menjadi alasan penyebab kebakaran pasar. Pertanyaan nya, mengapa Pemerintah kita dari pusat hingga daerah tidak juga segera berbenah dan memperbaiki manajemen pengelolaan pasar dengan mengedepan kan kepentingan investasi para pedagang pasar tradisional yang terancam dan kehilangan rasa aman akibat maraknya kebakaran pasar,” kata Sufmi, Rabu (2/3).

Rasa aman itu, kata Sufmi, menjadi salah satu unsur kebutuhan dasar manusia di samping sandang, pangan dan papan. Rasa aman itu sangat fundamental dan merupak hak dasar warga negara yang wajib di penuhi oleh Pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali bagi pedagang pasar tradisional.

“Pemerintah jangan hanya menganggap dengan membangun pasar lantas segala masalahnya selesai. Karena Pemerintah juga wajib menjamin keselamatan dan keamanan investasi pedagang pasar tradisional. Sudah jadi rahasia umum kalau tingkat kewaspadaan Pemerintah terhadap kebakaran pasar tradisional masih sangat rendah,” ujarnya.

Sufmi menambahkan, pasar tradisional semestinyadi kelola secara baik dan profesional. Sehingga, kata dia, tidak hanya menciptakan rasa nyaman tapi juga aman, baikbagi konsumen yang berbelanja maupun begi pedagang yang berinvestasi di pasar tersebut.

Pemerintah diminta melakukan pembangunan dan pengelolaan pasar tradisional dengan memrihatinkan konsep CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design)

Menurutnya, ada empat langkah dalam konsep tersebut yang patut di terapkan dalam upaya pencegahan kebakaran pasar, yakni Natural Survillence, Natural Access Control, Territorial Reinforcement, serta Management and Maintenance.

“Prinsip prinsip dalam konsep CPTED ini bisa diterapkan sejak awal perencanaan hingga pengelolaan dalam upaya mewujudkan pasar tradisional yang nyaman dan aman. Peran pemerintah daerah sangat dominan dalam hal ini. Karenanya harus tumbuh kesadaran dari pemerintah akan bahaya dampak kebakaran pasar dan pentingnya rasa aman bagi pedagang,” ujar Sufmi.

Dalam kesempatan itu, Sufmi juga mendorong Kepolisian untuk mengungkap motif kebakaran pasar yang selama ini terjadi. Sebab, perhatian publik terhadap kasus kasus kebakaran pasar semakin meningkat.

Para pedagang pasar pun diharapkan bisa bersinergi dengan Pemerintah dan Kepolisian dalam menciptakan rasa nyaman dan aman di pasar dengan mengintensifkan ronda pasar. Terutama di waktu waktu rawan kebakaran.

“Saya juga sudah memerintahkan Tim investigasi independen dari DPP IKAPPI untuk bekerja mencari informasi dan mengumpulkan data pada kebakaran yang beberapa hari ini terjadi dipasar yai johar semarang dan pasar badung di Bali. Agar dapat membantu merekomendasikan temuan temuan pedagang ke Puslabfor. Pasar badung bali yang memiliki 1600 pedagang harus mendapat keadilannya,” kata Sufmi. (***)

Most Popular

To Top