Hukum & Kriminal

Motor Anda Dirampas Debt Collector, Segera Lapor polisi

image

Ayonews, Jakarta
Bila Anda menggunakan kendaraan dan kendaraan Anda masih bermasalah dengan cicilan, mendingan nggak usah pakai kendaraan itu. Sebab,  gerombolan debt collector liar atau kerap disebut Mata Elang,  siap merebut kendaraan yang Anda pakai.

Kecuali Anda bernyali untuk menghadapi kelompok yang saban hari bergerombol di hampir tiap sudut ibukota mencari mangsa motor atau mobil yang menunggak cicilannya. Mungkin saja Anda masih kuat menahan kendaraan Anda agar tidak mereka rebut.

Urusan kredit macet kendaraan memang ada mekanisme hukum bagi lembaga pembiayaan untuk menyelesaikan dengan nasabahnya. Bukan dengan cara liar merebut kendaraan di tengah jalan.

Baru-baru ini petugas Polsek Metro Kebayoran Baru mengamankan enam orang mengaku debtcollector yang melakukan perampasan sepeda motor.

Para pelaku yang biasa berada di jalanan itu ditangkap karena mengambil sepeda motor milik masyarakat dengan cara memaksa dengan dalih korban telah menunggak bayar cicilan selama 3 bulan.

Keenam pelaku yang ditangkap itu bernama Nelson Rassi (30), Nikmel Arison Nepa (31), Jidro Nato Otemusu (35), Soleman Adonis (27), Benyamin Bureni (27), dan Oktovianus Nepa (44). Para tersangka ditangkap di depan Sekolah Tarakanita, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat itu, dua  pelaku berhasil diamankan, dan pihak Satreskrim Polsektro Kebayoran Baru melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan empat pelaku lainnya. Para tersangka selalu bergerombol antara 3 sampai 4 orang ketika merampas kendaraan masyarakat yang diketahui lising belum membayar 3 bulan.

“Para pelaku mengambil motor secara paksa, dengan modus terlambat bayar motor selama tiga bulan,” kata Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Ary Purwanto di Mapolsektro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/2/2016).

Menurut Ary, para pelaku bekerja di perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan pembiayaan. Namun, setiap beraksi pelaku tidak menunjukan surat tugas dan langsung merampas sepeda motor para korbannya. Walaupun tidak menggunakan senjata tajam, masyarakat yang takut karena mata elang berbadan gelap selalu menyerahkan motornya.

“Menurut keterangan tersangka mereka sudah beraksi sejak 3 bulan lalu. Setiap satu minggu mereka berhasil mengambil empat motor. Bayangkan tiga bulan sudah sekitar 50 motor berhasil diambil mereka,” tutur Ary.

Setelah berhasil mengambil sepeda motor korban, lanjut Ary, para pelaku lalu mengadaikan motor tersebut ke perorangan sebesar Rp 2 juta. “Sudah ada empat laporan dari masyarakat yang sudah masuk ke petugas terkait kejahatan ini,” terangnya.

Polisi menyita 10 unit kendaraan roda dua sebagai barang bukti. Selain itu, 3 buah handphone Nokia Komunikator Type 9300 dan uang tunai sebesar Rp 800.000. Tak hanya itu, satu buah ID card atas nama Nelson Rassi yang bertugas dari PT Olindo Nusantara.

Informasi yang dihimpun kepolisian, para pelaku tidak hanya melakukan aksi perampasan sepeda motor itu di Kebayoran Baru saja. Melainkan, wilayah Cilandak, Setiabudi, Tebet dan Pasar Minggu.

Hal ini setelah pihak Polsek Metro Kebayoran Baru melakukan klarifikasi terhadap keempat polsek tersebut.

“Pelaku kita kenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan dengan kekerasan dimana ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tutur Ary.

Ary mengimbau bagi masyarakat yang mendapatkan perlakuan serupa, pengambilan sepeda motor tanpa menunjukan surat-surat maka diharapkan untuk melaporkan kejadian itu ke kantor Kepolisian.(***)

Most Popular

To Top