Hukum & Kriminal

Aniaya Pembantu, Anak Mantan Wapres ini Ditangkap Polisi, Bakal Dibui 10 Tahun

image

Ayonews, Jakarta
Anggota DPR RI  Fanny Syafriansyah alias Ivan Haz malam ini, Senin (29/2/2016),  Haz ditahan atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap pembantunya, Topiah (20). Penahanan anak dari mantan Wapres Hamzah Haz ini ditangani penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“(Ivan Haz ditahan) atas sangkaan Pasal 44 dan 45 UU KDRT No 23 Tahun 2004,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Penahanan ini,  lanjut Khrisna,
berdasarkan alat bukti yang cukup kuat. Polisi bahkan telah mendapatkan pengakuan dari Ivan Haz atas perbuatannya itu.

“Jadi yang bersangkutan sudah mengaku perbuatan terhadap fakta yang kami sampaikan,” imbuhnya.

Menurut Krishna, penahanan tersangka juga didasarkan alasan objektif dan subjektif.

“Tadi saya sudah bicara langsung, pemahaman kami lakukan karena alasan objektif dimana terhadap unsur-unsur pasal yang disangkakan memenuhi dan alat bukti mencukupi,” jelas Krishna.

“Sedangkan alasan subjektif, tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan dan melarikan diri. Kami khawatir sehingga kami lakukan penahanan. Tersangka ditahan mulai malam ini hingga 20 hari ke depan,” papar Krishna.

Ivan Haz ditahan atas persangkaan Pasal 44 dan 45 UU No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pasal 44 berbunyi:
Ayat (1): “Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).”

Ayat (2): “Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan korban mendapat jatuh sakit atau luka berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).”

Pasal 45 berbunyi:
Ayat (1): “Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.000,00 (sembilan juta rupiah).”(***)

Most Popular

To Top