Hukum & Kriminal

Polisi Akan Tanyakan PLN Soal Klaim Pengacara Daeng Aziz Tiap Bulan Bayar Listrik 17 Juta

image

Ayonews, Jakarta
Penguasa Kalijodo, Daeng  Aziz alias Abdul Aziz ditangkap polisi atas kasus pencurian listrik yang terjadi di kafe nya di Kalijodo. Azis yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diamankan saat sedang bersantai di sebuah kos bernama Sentral Kos di Jalan Antara, Jakarta Pusat.

Polisi menjerat dengan  pasal 51 ayat 3 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenaga Listrikan. Perbuatan pencurian listrik di Kafe Azis disinyalir telah merugikan negara senilai Rp 500.000.000. Kini Azis masih dalam pemeriksaan Polres Jakarta Utara.

Namun, pengacara warga Kalijodo Razman Arif Nasution tak terima kliennya dituduh mencuri listrik. Razman justru mengatakan Daeng Aziz rutin membayar tiap bulan. “Bahkan nilai nominalnya mencapai Rp 17 juta per bulan,” kata Razman.

Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Daniel Bolly Hyronimus Tifanoa tak menyalahkan pembelaan Razman. Justru pihaknya tetap akan menyelidiki semua informasi yang masuk soal kasus yang sedang ditangani ini.

“Nggak apa-apa artinya itu masukan ke kami. Sehingga kami akan melakukan penyelidikan lagi. Kalau memang Pak DA (Daeng Azis) ini sudah banyar Rp 17 juta (perbulan), bukan angka yang sedikit itu,” kata Bolly di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (26/2/2016) malam.

Bolly mengatakan, dengan adanya pernyataan itu pihaknya akan mengkonfirmasi ke PLN. Apakah benar Azis membayar listrik sebesar itu dan apakah pihak PLN yang menerima pembayaran sebesar itu.

“Nanti kita akan cari tahu siapa PLN yang terima itu. Nanti kita akan proses,” ujar Bolly.

Sebab, lanjut Bolly, pernyataan itu disampaikan pihak pengacara Azis. “Saya belum tahu. Itu kan pengacara yang ngomong. Nanti setelah selesai gelar perkara setelah BAP lengkap (saya tanya). Tidak di tengah saya tanya,” ujar Bolly.(***)

Most Popular

To Top