Nasional

Anak Buahnya Ditolak Studi Banding, Ridwan Kamil Ngambek ke Pemkot Surabaya

ridwan-kamil-speak-620x335

Ayonews, Bandung
Walikota Bandung Ridwan Kamil tampaknya memendam kesal atas penolakan Pemkot Surabaya terhadap program studi banding Pemkot Bandung. Kang Emil, sapaan akrabnya pun bercuit di lini massa Twitter terkait insiden penolakan studi banding wakilnya Oded M Danial oleh Pemkot Surabaya.
Bukan mendapat dukungan netizen, cuitan orang nomor satu di Bandung dinilai terlalu berlebihan. Bahkan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta Ridwan Kamil mengklarifikasi tulisannya.
Tak Cuma itu, Ridwan Kamil kembali menuliskan pendapatnya soal insiden itu di akun Twitter pribadinya @ridwankamil. Dia menilai, persoalan tersebut bukan perkara melebih-lebihkan masalah.

“Ini bukan soal lebay baper dll. Ini untuk jadi perhatian. Krn bukan yg pertama,” tulisnya menanggapi respons sejumlah netizen, Rabu (24/2/2016).

Pernyataan Emil pun dikomentari salah seorang warga pemilik akun @ariobajoe. “Yatapi kang @ridwankamil, teu perlu di-twitkeun ateuh (tidak perlu ditulis di Twitter). Naon manfaatna publik tau? (Apa manfaatnya publik tahu),” ucapnya dalam bahasa sunda.

Pertanyaan itu pun langsung dijawab oleh Emil. “Kunjungan dinas itu pake duit rakyat yg harus dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Pemkot Surabaya sendiri telah membantah kalau pihaknya menolak rombongan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial saat studi banding.
Kabag Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser menyatakan persoalan ini hanya miss komunikasi saja. Fikser menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak siapapun yang ingin berkunjung ke wilayahnya.
“Kalau kita disebut menolak, itu tidak benar. Yang jelas kami tidak pernah menolak siapapun yang ingin ke Pemkot Surabaya. Kita selalu welcome,” kata Fikser, Rabu (24/2/2016).
Dijelaskannya, sebelum peristiwa tersebut terjadi pihaknya telah menerima surat permohonan kunjungan kerja dari Pemkot Bandung terkait studi banding perpajakkan. Fikser tidak menyebut tepatnya kapan surat tersebut diterima.
Namun, pihaknya belum mengkonfirmasi apakah bersedia atas studi banding yang dilakukan oleh rombongan Wakil Wali Kota Bandung itu. Sebab, pihaknya sedang ada acara dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kami belum memberi konfirmasi. Ternyata Pemkot Bandung malah datang ke Surabaya. Apakah pemkot Surabaya salah kalau menolak Pemkot Bandung? Sementara Pemkot Surabaya belum memberi konfirmasi siap menerima atau tidak,” jelasnya.
Seharusnya, kata Fisker, pihak Pemkot Bandung melakukan konfirmasi ulang untuk memastikan jawaban dari Pemkot Surabaya terkait kesiapan atau tidak.

“Kami open kepada siapa pun, dan kami selalu memberi konfirmasi atau jawaban, apakah kami siap menerima kunjungan atau tidak, sebelum tamu datang ke kami,” tandasnya.(***)

Most Popular

To Top