Ibukota

Gubernur Jakarta Harus Bebas dari Kepentingan Para Cukong

pilkada

Ayonews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta terpilih mendatang diharapkan merupakan figur yang tak tersandera oleh kepentingan konglomerasi yang bisa merugikan kepentingan warga Ibukota.

Komunitas Pendukung Ichsanuddin Noorsy (KPIN) Budi Mulyawan mengatakana, selama ini konglomerasi kerap mendukung calon Gubernur yang akan diusung dalam pertarungan Pilkada DKI guna menyelamatkan kepentingan kelompoknya.

“Peran konglomerasi yang selama ini mendukung Gubernur Ahok memang sudah kita ketahui semua dan hal itu harus diwaspadai umat termasuk kita yang ikut serta dalam konvensi mencari figur yang siddiq, amanah, fathonah dan tabligh. Masalahnya, jika figur yang kita usung nanti ternyata merupakan bagian dari kepentingan rejim konglomerasi Ahok maka harapan umat untuk membangun Jakarta yang Berkah dalam bidang ekonomi, politik dan kebudayaan akan menjadi ilusi semata,” kata Budi disela-sela acara Konvensi Gubernur Muslim Jakarta, di Mesjid Al Azhar, Kamis (25/2).

KPIN, lanjut Budi, memiliki agenda yang jelas dalam menata Jakarta yang Berkah meliputi bidang ekonomi, politik dan sosial budaya.

Penataan Kota Jakarta ini dilakukan dengan mengedepankan azas kemanusian, keadilan dan pemerataan kemakmuran di semua aspek.

“Semua persoalan yang melilit kota dan penduduk Jakarta jangan menjadi beban tetapi dijadikan sebagai “berkah” dan kami sangat yakin, bahwa Bang Noorsy dapat merubah Jakarta menjadi Berkah bagi kita semua khususnya warga DKI Jakarta,” katanya.

Budi mengatakan, Jakarta Berkah yang dimaksud adalah pertama berkah dibidang Politik, artinya (tidak ada lagi warga jakarta yang tertindas), kedua berkah di bidang Ekonomi artinya (tidak ada lagi warga Jakarta yang miskin) dan ketiga Berkah dibidang Kebudayaan artinya (tidak ada lagi warga Jakarta yang masih Bodoh).

“Kami yakin, Bang Noorsy dengan modal kesantunan akhlaknya, kesederhanaan, kejujuran, bersih, dan komitmen yang tinggi mampu mewujudkan harapan warga Jakarta.Insya Allah,” ujar Budi.

Budi pun mengharapkan agar Konvensi ini juga bisa mengeluarkan pernyataan sikap zpara calon kandidat dan didukung oleh habaib dan alim ulama untuk mendukung aparat penegak hukum dalam mengadili incumbent Ahok terhadap dugaan penyalangunaan kekuasaan selama menjabat 1 tahun lebih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“KPIN menilai, dukungan itu perlu disampaikan kepada publik agar publik mengetahui sikap umat dan ulama terhadap proses hukum yang melilit Ahok saat ini. KPIN juga menilai, bahwa upaya Konvensi ini akan menjadi berat jika Ahok ternyata tidak ditetapkan sebagai tersangka. Jika itu yang terjadi, maka siapapun figur yang menyaingi Ahok maka akan berat untuk bisa mengalahkannya,” kata Budi. (***)

Most Popular

To Top