Hukum

Ungkap Kasus Cetak Sawah Fiktif di Kalbar, Polri Gandeng KPK

image

Ayonews, Jakarta 
Penyidik Bareskrim Polri menggandeng KPK terkait korupsi pencetakan sawah di Ketapang Kalimantan Barat yang diinisiasi oleh BUMN 2012-2014.  Hingga hari ini Polri telah memeriksa 88 saksi, termasuk beberapa saksi ahli.

“Kami sudah koordinasi dengan KPK untuk meminta bantuan pemeriksaan ahli yang diperlukan,” ujar Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto, di Bareskrim Polri, Rabu (24/2/2016).

Kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Sementara itu,  penyidik telah melimpahkan berkas tersangka UR  untuk tahap pertama ke Kejaksaan Agung pada November 2015 lalu.

Tersangka UR saat itu menjabat sebagai asisten Deputi PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) Kemen BUMN. Nilai total kegiatan tersebut berjumlah Rp 360 miliar, bersumber dari berbagai perusahaan BUMN, 2 persen dari setiap keuntungan masing-masing BUMN.

Penyidik juga telah menyita uang sejumlah Rp 69 miliar dari PT Shang Hyang Seri (SHS) yang mendapat kepercayaan dari BUMN untuk menggarap proyek tersebut.

Proyek cetak sawah itu merupakan urunan CSR beberapa BUMN di bidang perbankan, asuransi, perhubungan, hingga Migas. Proyek ini tercatat bernilai Rp 360 miliar dan mempercayakan penggarapan cetak sawah itu pada PT SHS. Namun pihak SHS melempar proyek tersebut kepada PT HK, IK, BA, dan YK yang diduga fiktif. Penyelidikan telah dilakukan sejak April 2015.(***)

Most Popular

To Top