Ekonomi

Proyek Pembangunan Menara BCA & Apartemen Kempinski Rugikan Negara 1,29 Triliun

menara bca
Ayonews, Jakarta
Negara mengalami kerugian dalam proyek pembangunan Menara BCA dan apartemen Kempinski. Akibatnya diduga tidak diterimanya bagi hasil yang seimbang atau tidak diterimanya pendapatan dari operasional pemanfaatan kedua bangunan tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian negara yang untuk sementara adalah sekitar Rp. 1.290.000.000.000.
Kapuspenkum Kejagung Amir Yanto, Selasa (23/2/2016), menyatakan, dari hasil penyelidikan adanya pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan perjanjian kerjasama antara Hotel Indonesia dengan PT. Cipta Karya Bumi Indah, selaku pihak yang membangun kawasan itu.
Diungkapkannya, kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Prin-10/F.2/Fd.1/02/2016, tanggal 23 Februari 2016.

Amir membeberkan, setelah PT. Cipta Karya Bumi Indah menjadi pemenang lelang pengelolaan Hotel Indonesia dan dilaksanakan perjanjian kerjasama dengan PT. Hotel Indonesia Natour (Persero) dengan sistem Builtd, Operate, and Transfer (BOT) atau membangun, mengelola, dan menyerahkan (bentuk hubungan kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam rangka pembangunan suatu proyek infrastruktur) di Tahun 2004, PT. Cipta Karya Bumi Indah telah membangun dan mengelola gedung menara BCA dan Apartemen Kempinski yang tidak ada dalam perjanjian BOT antara kedua belah pihak.
“Tim Penyidik saat ini sedang menyusun dan mempersiapkan rencana pelaksanaan penyidikan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan menemukan tersangkanya,” tandas Amir.(***)

Most Popular

To Top