Hukum

Aroma Korupsi Tercium Dibalik Pembangunan Menara BCA

korupsi

Ayonews, Jakarta
Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan indikasi dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Menara BCA dan Apartemen Kempinski.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Arminsyah mengatakan, pihaknya telah menaikan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Ini baru kita naikkan ke penyidikan,” kata Arminsyah  di Kejagung, Rabu (24/2).

Dia menerangkan, penyidik belum menentukan tersangka dalam kasus tersebut karena masih mendalami bukti-bukti dan saksi yang ada.

“Belum, nanti dong, kalau sudah terang tindak pidananya. Yang jelas kita naikkan ke penyidikan karena ada tindak pidananya,” jelasnya.

Menurutnya, penyidik belum mengetahui berapa kerugian negara dari proyek tersebut. “Masih diteliti kerugian negara,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, perjanjian pembanguan Mal Grand Indonesia dengan PT HIN (Hotel Indonesia Natour)  dicantumkan pembangunan lokasi parkir.

Namun, ia justru mempertanyakan alasan muncul pembangunan dua tower tersebut.

“Sudah ada indikasi. Saya pernah sampaikan bahwa ini ada perjanjian membangun mal, tempat parkir, tapi tidak membangun tower yang dua itu. Jadi tower itu dibangun di luar perjanjian antara PT GI (Grand Indonesia) dan PT HIN (Hotel Indonesia Natour),” ujarnya.

Arminsyah mengatakan, pembangunan lalu penyewaan dua tower tersebut selain menyalahi aturan, juga tidak memberikan kontribusi bagi pemasukan kas negara.

“Artinya dari pembangunan itu, nggak ada pemasukan ke negara. Kita mulai penyidikan, hasilnya nanti,” pungkasnya. (***)

Most Popular

To Top