Uncategorized

Semestinya Sebelum Gaduh Revisi UU KPK Dihentikan

slank


‎Ayonews, Jakarta

Kesepakatan Presiden dengan pimpinan DPR untuk menunda pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat respon positif. 

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, ‎mengatakan, keputusan ini cukup melegakan tapi terasa sangat lamban. 

Seharusnya, kata Ray, keputusan ini diambil saat mulai ramai diperbincangkan materi revisi yang berpotensi akan membunuh KPK, sejak itulah Presiden sudah memberi sinyal kuat akan menarik diri dari pembahasan.

 “Jadi tidak perlu menunggu eskalasi penolakan  yang membesar dan bahkan pada tingkat tertentu membuat gaduh,” kata dia.‎‎

‎Lebih lanjut Ray mengatakan, ‎keputusan presiden dengan DPR ini memberi sinyal kuat bahwa posisi presiden tidak sedang mendorong revisi UU KPK dengan versi yang seperti sekarang. 

“Artinya, sekalipun besok DPR mengetuk palu untuk menetapkan revisi UU KPK sebagai hak inisiatif DPR, maka akan kandas karena pihak eksekutif sudah memberi sinyal kuat tidak dalam posisi berkenan membahas revisi UU KPK,” ujar Ray. (***)‎

Most Popular

To Top