Nasional

Bos Televisi Harus Tolak Tayangkan LGBT

lgbt

Ayonews, Jakarta

DPR mendesak agar pemilik televisi ‎ tidak mempromosikan komunitas LGBT yang bisa membawa dampak buruk bagi masyarakat. ‎

“Fakta ironinya, tayangan semacam itu justru populer dan pada gilirannya menghasilkan pemasukan iklan yang lebih besar,” kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Sidiq dalam siaran persnya, Selasa (23/2).‎

Menurutnya, perlu komitmen lembaga penyiaran dilatar belakang beberapa hal. Pertama, karena merujuk pada peraturan perundang-undangan baik di bidang penyiaran maupun yang terkait, sangat jelas acuan norma yang tidak memberi ruang bagi pelaku dan perilaku LGBT. 

Sementara itu, kata Mahfudz,  kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan menjadi asas dan tujuan mengikat semua lembaga penyiaran. Atas dasar ini pula, pemerintah dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berkewajiban melakukan penegakan aturan dan kepatuhan terhadap aturan. 

Kedua, lembaga penyiaran khususnya televisi mampu menayangkan siarannya kepada masyarakat luas. Apalagi menggunakan frekuensi yang dikuasai negara dan harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. 

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mempertanyakan apakah program tayangan yang menampilkan pelaku dan perilaku LGBT sesuai dengan kepentingan masyarakat.

 Jika metode polling pendapat dijadikan acuan, apakah ada televisi yang bisa menunjukkan data bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menerima LGBT dan mendapatkan manfaat positif dari tayangan tersebut? Jika program tayangan televisi sudah jelas bertabrakan dengan kepentingan masyarakat luas, maka pemerintah dan KPI berwenang untuk mengambil tindakan sanksi. 

“KPI bisa memberhentikan program tayangan tersebut dan pemerintah bisa mencabut Izin penyelenggaraan penyiaran TV tersebut,” ujar Mahfudz.‎ (***)‎

Most Popular

To Top