Hukum & Kriminal

Bebas dari Penjara Akibat Kasus Terorisme, Tukang Obat Herbal Kembali Ditangkap Densus 88

teroris thamrin

Ayonews, Jakarta

Densus 88  menggrebek rumah seorang terduga teroris di Perumnas Suradita, Tangerang, Minggu (21/2/2016) pukul 16.27 WIB. . Penangkapan itu membuat sebagian warga sekitar kaget. Karena sehari-hari rumah tersebut  dikenal warga selalu digunakan untuk menjual obat-obatan herbal.

Tapi ada sebagian warga tak heran dengan penangkapan terebut. Sebab sebelumnya warga pernah mendengar kalau DA sempat masuk bui karena kasus terorisme.

Penggrebekan yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan hingga pukul 16.05 WIB beberapa aparat kepolisian serta anggotaDensus 88 terlihat memeriksa rumah milik pria berinisial DA ini.

“Dia ini salah satu yang terlibat di kasus bom Sarinah. Dia baru aja keluar sel. Sehari-hari dia jualan obat herbal dan tidak bergaul juga dengan warga,” kata Dedi, seorang saksi mata.

Menurut Dedi,  rumah tersebut sudah diintai anggota Densus 88 sejak Sabtu malam (20/2/2016). Aksi penggrebekan ini sontak menarik perhatian warga. Mereka berkerumun di sekitar rumah tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal mengatakan masih melakukan konfirmasi atas informasi penggerebekan ini. “Masih kami cek informasinya,” ujar Iqbal terpisah.

Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial DA terkait dengan jaringan terorisme di Jl MH Thamrin bulan lalu.

Ketua RT, Heri  setempat juga membenarkan kalau DA belum lama bebas dari penjara. “Pernah ketangkep 2012. 2 tahun lebih penjara, belum lama bebas,” kata Heri.

Menurut Heri, DA diketahui membuka usaha pengobatan herbal. Sepengetahuannya, DA masih dikenakan wajib lapor setelah bebas dari penjara. “Dia masih harus wajib lapor. Orangnya sih kelakuannya baik,” jelas Heri.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ayi Supardan saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan di lokasi tersebut. Ayi mengatakan, penggerebekan yang dilanjutkan dengan penggeledahan tersebut disaksikan ketua RT setempat dan keluarga pelaku.

“Informasinya yang bersangkutan 3 bulan sebelum kejadian bom Thamrin, Jakpus itu sudah tidak ada di rumahnya, tetapi belakangan dia kembali ke rumahnya dan ditangkap siang tadi,” jelas Ayi seraya menambahkan kalau  yang bersangkutan juga terkait dengan peristiwa bom JW Marriot, Jakarta dan bom Thamrin.(***)

Most Popular

To Top