Nasional

SBY Percaya Presiden Jokowi Tidak Akan Melemahkan KPK

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono speaks at a news conference at the presidential office in Jakarta October 30, 2009. Yudhoyono asked the police chief to clarify the arrest of two former anti-graft officials to public, amidst increasing public concern of the country's genuine commitment to combat corruption.  REUTERS/Enny Nuraheni  (INDONESIA POLITICS)

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono speaks at a news conference at the presidential office in Jakarta October 30, 2009. Yudhoyono asked the police chief to clarify the arrest of two former anti-graft officials to public, amidst increasing public concern of the country’s genuine commitment to combat corruption. REUTERS/Enny Nuraheni (INDONESIA POLITICS)

Ayonews, Jakarta

Gelombang penolakan terhadap revisi UU KPK yang diinisiasi DPR terus menguat, namun hingga hari ini belum ada sikap tegas dari Presiden Joko Widodo untuk menolak RUU tersebut.

Menanggapi masih menunggunya sikap Jokowi, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap Jokowi bisa mengambil sikap dalam waktu dekat.

Presiden ke-6 RI tersebut yakin Jokowi bisa mengambil sikap dengan tegas dengan mempertimbangkan kepentingan rakyat.

“Kita harus cermat dan tidak boleh salah. Mari bantu presiden dan DPR RI agar tidak salah tindakannya. Saya yakin Presiden Jokowi sama seperti presiden-presiden sebelumnya yang ingin berbuat yang terbaik,” ujar SBY dalam diskusi netizen ‘Perlukah Revisi UU KPK’ di Raffles Hills, Cibubur, Sabtu (20/2/2016).

saat ini, kata SBY,  posisi bola masih berada di legislatif Senayan. SBY  menilai masih ada waktu dari pemerintah untuk mencermati sebelum akhirnya mengambil keputusan.

“Sebenarnya saat ini bola belum dioper bolak-balik ke Istana. Oleh karena itu pemerintah tidak harus memberi komentar dan tanggapannya,” sambungnya.

Menurutnya, tidak mungkin Jokowi ingin melemahkan KPK sebagai satu-satunya lembaga antirasuah tersebut.

“Saya pribadi dan rakyat ingin mendengar posisi dan pandangan Presiden Jokowi. Saya berpendapat bangsa ini perlu tahu kehendak dan pendapat beliau tentang revisi UU KPK ini secara utuh supaya kalau bangsa ini berjalan di tengah-tengah kebingungan, ada pelita,” tutup SBY.(***)

Most Popular

To Top