Ibukota

Haji Lulung Dicurhati Warga Kalijodo, Nekat Mau Bertahan Walau Digusur Pemprov DKI

lulung
Ayonews, Jakarta
Tiap hari didatangi rartusan polisi bersenjata dan ratusan wartawan membuat warga di kawasan Kalijodo resah. Mereka merasa sudah seperti PKI yang harus dibumihanguskan. Padahal, mereka mengaku juga mempunyai hak untuk hidup dan memiliki tempat tinggal.
Curahan hati ini disampaikan belasan warga Kalijodo yang mendatangi gedung DPRD siang tadi, Jumat (19/2/2016). Mereka menumpahkan keluhannya kepada Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Abraham “Lulung” Lunggana.
Warga berkeluh kesah terancam karena rumah yang mereka tempati sejak puluhan tahun itu segera dibongkar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Lusi, salah satu warga mengaku kecewa dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum juga melakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap warga.
“Gara-gara banyak polisi dan wartawan anak saya takut masuk sekolah. Anak juga udah dengar kalau rumahnya mau digusur. Kami ingin Pak Gubernur memikirkan solusi yang baik bagi warga korban penggusuran,” ujarnya.
Sesi curhat warga Kalijodo ini berlangsung cair. Saat Lusi berbicara, tiba-tiba mikrofon yang digunakannya tak berfungsi. Haji Lulung yang ikut dalam pertemuan dengan warga itu kemudian nyeletuk. “Kalau sudah ngomongin Ahok begini nih, pada takut semua,” cetus Haji Lulung mencairkan suasana.
Lusi pun meminta Pemprov DKI Jakarta memberi tenggat waktu kepada warga Kalijodo hingga beberapa tahun. Ia tetap tidak menginginkan rumahnya dibongkar.
Sementara itu, Ketua RW 04, Dasro, menegaskan, masyarakat akan bertahan dari rencana penggusuran Kalijodo. Menurut dia, warga sudah menetap di kawasan Kalijodo sejak tahun 1956 lalu.
“Keputusannya saya serahkan kembali ke warga, tetapi warga tetap akan bertahan,” kata Dasro.
Perwakilan warga lainnya, Murni, mengaku memiliki usaha warung nasi di sana. Murni mengaku tidak memperoleh pemasukan dari warungnya setelah rencana pembongkaran Kalijodo mencuat. Bahkan, utang-utang para langganannya terancam raib lantaran para pelanggannya sudah banyak yang pulang kampong tanpa melunasi utangnya.

“Kami mau makan apa sekarang? Kami punya anak dan sudah tidak ada perputaran uang. Tolong Pak Ahok lihat kami sebagai warga karena ada permasalahan sedikit kok jadi kami yang dikorbankan,” kata Murni.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus menginventarisasi administrasi perumahan warga. Sebab, menurut dia, tak sedikit warga yang memiliki sertifikat hak milik (SHM).

“Nanti saya sama Pak Haji Lulung minta supaya Komisi A melihat, berapa banyak warga Jakarta yang mesti diinventarisasi,” kata Taufik.(***)

Most Popular

To Top