Internasional

Bom Mobil Guncang Turki, 28 Tentara Tewas, 61 Luka-luka

TURKEY OUT A police officer gestures as he walks at the site of an explosion while firefighters try to extinguish flames after an attack targeted a convoy of military service vehicles in Ankara on February 17, 2016. At least 18 people were killed and 45 wounded by a car bomb targeting the military in the heart of the Turkish capital Ankara on February 17, the city's governor said. The bloodshed came on the heels of a string of attacks in Turkey, blamed on jihadists but also on Kurdish rebels. The bomb aimed at a convoy of military service vehicles, Ankara governor Mehmet Kiliclar said, quoted by the CNN-Turk and NTV channels. / AFP / CIHAN NEWS AGENCY / STRINGER / Turkey OUT

Ayonews, Ankara
Ledakan mengguncang jantung Kota Ankara, Turki. Setidaknya 28 orang tewas dan 61 lainnya terluka akibat ledakan tersebut. Bom mobil tersebut meledak ketika konvoi bus militer yang membawa puluhan tentara berhenti di di lampu merah di pusat Kota Ankara.
Pihak militer mengatakan serangan tersebut terjadi pada pukul 16.31 waktu setempat. Ledakan tersebut kemudian menyebabkan kepanikan dan kekacauan di sekitarnya. Gubernur Ankara, Mehmet Kiliçlar serangan tersebut memang ditujukan kepada konvoi kendaraan militer.

Ledakan tersebut terjadi pada saat jam sibuk di Ankara pada titik yang berdekatan dengan gedung parlemen dan markas militer Turki. Bus yang mengangkut pasukan militer disebut otoritas setempat menjadi target serangan.

Dilaporkan kantor berita AFP, Kamis (18/2/2016), bom mobil tersebut meledak dengan dahsyatnya. Gumpalan asap pun memenuhi langit-langit kota. Usai kejadian, ambulance dan pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi. Ledakan terjadi di dekat pemukiman staf militer Turki.

Akibat kejadian ini, seluruh wilayah Turki dilakukan pengamanan ekstra ketat.
Polisi sampai saat ini terus memburu pelaku bom mobil tersebut.

Dilaporkan kantor berita AFP, Kamis (18/2/2016), ledakan yang menargetkan militer Turki ini dilakukan dengan menggunakan bom mobil. Ledakan itu menghantam konvoi kendaraan dinas militer.

“Belum jelas siapa pelaku dari ledakan tersebut,” kata Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus sambil memperbaharui jumlah korban terbaru.

Sementara itu Presiden Recep Tayyip Erdogan berjanji akan melakukan pembalasan terhadap pelaku. Serentetan serangan di Turki ini diduga oleh salah satu kelompok jihad yang juga pemberontak Kurdi.

Pelaku sudah mempunyai target, menurut otoritas setempat. Targetnya adalah kendaraan dinas yang membawa para personel militer.

“Tekad kami adalah untuk membalas serangan yang telah berupaya memecah kesatuan kita. Perlu diketahui bahwa Turki tak akan menahan diri dan dapat menggunakan haknya untuk mempertahankan diri setiap saat,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merespons ledakan yang terjadi seperti dikutip dari ABC News, Kamis (18/2/2016).

Serangan yang terjadi pada Rabu malam (17/2) waktu setempat terjadi bersamaan dengan pemerintah Turki melawan pemberontak Kurdi. Turki juga tengah bersama dengan kelompok yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk memerangi ISIS.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu membatalkan kunjungan ke Brussels, Belgia menyusul adanya ledakan di Ankara. Ledakan tersebut terjadi di jantung kota Ankara yang berdekatan dengan Gedung Parlemen.

Dikutip dari Reuters, Kamis (18/2/2016) sedianya Davutoglu akan melakukan kunjungan kerja ke Brussels pada Rabu malam. Sesaat sebelum keberangkatannya, ledakan bom mobil yang menewaskan 28 orang itu terjadi.(***)

Most Popular

To Top