Hukum & Kriminal

Jessica Memang Waras, Tapi Butuh Diperiksa Kejiwaannya 6 Hari

364443_rekonstruksi-pembunuhan-mirna-salihin_663_382

Ayonews, Jessica
Secara kejiwaan, Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus pembunuhan terhadap sahabatnya sendiri Wayan Mirna Shalihin, waras. Namun demikian, pemeriksaan kejiwaan tak cukup sebentar. Pemeriksaan terhadap sahabat dekat Wayan Mirna ini berlangsung selama 6 hari.
Akhirnya, Selasa (16/2/2016) sekitar pukul pukul 19.49 WIB, Jessica keluar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Enam hari lamanya ia menjalani tes kejiwaan di rumah sakit tersebut.

Terhitung mulai Kamis lalu Jessica menjalani serangkaian tes untuk mengetahui kondisi psikologisnya.Tes mencakup wawancara hingga tes tertulis.
Serangkaian tes itu, jelas Kabbidokes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak, guna mengetahui motif pembunuhan yang diduga dilakukannya terhadap Wayan Mirna temannya semasa kuliah di Blue Sky College Australia.
Menurut Musyaffak, tim ahli membutuhkan informasi dan gambaran lengkap tentang perilaku dan kondisi kejiwaan tersangka untuk memperkuat alat bukti di persidangan nanti. “Pemeriksaan kondisi kejiwaan seseorang tak dapat dilakukan secara cepat,” katanya.
Pemeriksaan itu, lanjut Musyaffak, harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Itulah alasan yang dikemukakan penyidik soal mengapa Jessica harus menginap selama berhari-hari di RSCM.
“Untuk mengetahui kejiwaan seseorang tidak bisa sekali pertemuan. Tidak bisa seperti sakit demam, yang dalam satu atau dua hari selesai,” tuturnya.
Polisi tak mau menerka-nerka bagaimana kondisi kejiwaan Jessica walau berdasarkan pemeriksaan psikolog, kondisi Jessica sehat. Namun, polisi perlu melakukan tes kejiwaan dengan ahli psikiatri.
Jika ditemukan bahwa kondisi kejiwaan Jessica mengalami gangguan, penyidik akan memberlakukan kasus itu secara berbeda. Polisi bisa saja menerapkan pasal 44 KUHP ayat 1 dalam kasus itu.
Pasal itu berbunyi, “Barang siapa melakukan perbuatan yang tidak dapat dipertanggungkan kepadanya karena jiwanya cacat dalam pertumbuhan atau terganggu karena penyakit, tidak dipidana.”(***)

Most Popular

To Top