Gaya Hidup

Pesta Valentine Bersama Kekasih di The Hermitage Hotel Serasa jadi Meneer & Noni Belanda

image

The Hermitage jaman dulu

Ayonews, Jakarta
Banyak cara dilakukan masyarakat dunia dalam merayakan hari kasih sayang atau valentine day. Mulai makan berdua dengan kekasih di tempat romantis, pesta dan kumpul keluarga di rumah, jalan-jalan ke tempat kenangan,jalan-jalan ke pantai, jalan ke tempat hiburan malam atau sekadar kumpul bersama teman-teman.

image

Perayaan valentine sambil berwisata sejarah bersama kekasih atau orang terdekat yang Anda kasihi, ini baru menarik. Menghabiskan malam valentine dengan nuansa jaman kolonial Belanda, nah ini baru beda. Sambil bercengkrama dengan pasangan, Anda berkhayal bersama pasangan Anda menjadi meneer dan noni-noni Belanda. Wah, tentu saja asyik.

Tapi ini benar-benar ada lho. Bagaimana suasana malam valentine di sebuah ruangan dan bangunan kuno, diiringi musik romantis moderen, Anda dan pasangan Anda serasa melayang ke era Boedi Oetomo tahun 1920an.

Tak hanya menikmati bangunan dan perabotan kuno ala Belanda di jaman dulu, Anda dan pasangan Anda sambil menikmati minuman dan makanan tradisional jaman baheula.

image

Semua ini ada di Hotel The Hermitage di Jl Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam perayaan valentine day 14 Februari 2016 kemarin, The Hermitage menggelar open valentine day bagi mereka yang ingin menikmati suasana valentine era 1920-an.

Acara pun berjalan sukses. Sajian sejarah masa lalu menjadi kenangan tersendiri bagi pengunjung yang menghabiskan malam kasih sayang di hotel bintang lima bekas kantor telekomunikasi Belanda bernamaTelefoongebouw itu.  Perayaan valentine sudah menjadi kegiatan rutin The Hermitage Hotel setiap tahunnya. Untuk tahun mendatang, The Hermitage akan menyajikan sesuatu yang lebih dari kegiatan 14 Februari kemarin.

image

Buat kamu-kami yang ingin mencoba menginap dengan suasana yang berbeda bersama keluarga atau kerabat, The Hermitage Hotel yang terletak di Jalan Cilacap, Menteng, adalah pilihan yang tepat.

Gedung hotel yang sudah berdiri sejak tahun 1923 ini diresmikan pada 5 Juni 2014. Setelah berfungsi sebagai kantor telekomunikasi Belanda Telefoongebouw, kemudian bangunan ini berubah menjadi Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Bung Karno, dan kini menjadi The Hermitage Hotel.

Walaupun mengalami beberapa perubahan fungsi, gaya kolonial Belanda masih terasa kental di bangunan ini.

Tak cuma nilai historisnya saja yang ditawarkan The Hermitage, hotel yang memiliki 9 lantai dengan 90 kamar ini mengusung gaya kolonial ala 1920an. Begitu memasuki hotel, kesan elegan akan sangat terasa. Setiap kamarnya dilengkapi dengan fasilitas standar seperti 2 TV layar datar HDTV 40”, media hub, mesin espresso, koneksi internet, dan tempat tidur yang nyaman. Udah bisa dipastikan, siapapun yang menginap di hotel ini akan mendapatkan sensasi rasa mewah bergaya vintage.

image

Selain dekorasi dan interior, sensasi mewah ala kolonial ini juga terasa di keempat restorannya. L’Avenue Restoran, dengan gaya perpaduan chic-bistro-etno yang menyajikan menu tradisional dan internasional, cocok dikunjungi kapanpun. Jika kamu ingin menyantap hidangan yang lebih ringan seperti kue dan minuman ringan, maka Coutyard Cafe yang terletak di lantai dasar bisa kamu kunjungi.

Salah satu yang menjadi andalan The Hermitage adalah La Vue Bar yang terletak di lantai 9. Bar ini menawarkan pemandangan seluas 360 derajat kota Jakarta yang cantik terlebih pada saat sore dan malam hari. Sedangkan, Hermitage Lounge dengan atmosfir yang elegan juga dapat menjadi pilihan para tamu yang ingin menghabiskan waktu hanya sekedar berkumpul dan mengobrol.(TON)

Most Popular

To Top