Hukum & Kriminal

Dirampok, Dilempar dari Metromini, Karyawan Telkom Tewas

metromini

ilustrasi

Ayonews, Jakarta
Seorang karyawan Telkom yang bekerja di Kebon Sirih, Bagus Budi Wibowo, meninggal dunia, Sabtu (13/2) kemarin. Dia tewas setelah menjalani perawatan dua hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo diduga akibat didorong para perampok di Metro Mini 640.
Kabar duka ini menyebar di media sosial sejak dua hari lalu. Salah satunya disampaikan oleh Fajar Eri Dianto, rekan kerjanya di Telkom. Dalam statusnya, Fajar menyebut Budi dirampok ketika naik Metro Mini 640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, pada Kamis (11/2). Berikut ceritanya:

“Inna lilahi wa inna ilaihi rojiun atas meninggalnya rekan kami Bagus Bud Wwibowo. sebagai peringatan agar kita selalu hati-hati dan waspada sbg pengguna angkutan umum metromini khususnya 640
Kemaren sore rekan kami Bagus Budi Wibowo Dinas di TELKOM DSS-PDT ktr Kebon Sirih di rampok di dlm mobil metromini 640…
Berikut sekilas cerita kejadian yg dialami oleh mas bagus budi, yg diceritakan oleh teman saya yg sdh menjenguk. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua utk selalu waspada dan hati2 : Ternyata Bagus dirampok … diambil HP nya udah pasrah masih didorong sampai jatuh kepala membentur aspal.
Saat itu isi metromini tinggal sopir, kernet, Bagus dan 4 rampok itu . Metromini udah jalan sangat pelan… kernet terlambat menyadari tapi udah tahu kalau 4 orang itu penjahat. Yg nganterin ke RS ya kernet dan sopir pake metromini itu.
Kondisi awal masih sadar tapi nyampai RS udah gak sadar.
Naik metromininya yang jam 17.30… Habis rapat di Gatsu mau ke kantor Gambir utk badminton Dan sore ini rekan kami menghadap Allah…”

Marketing Communication Manager PT Telkom Pujo Pramono saat dikonfirmasi soal kabar duka ini membenarkannya. Dia mengatakan, kabar tewasnya Bagus sudah diumumkan oleh pihak Telkom. Bahkan pada saat Bagus masih dirawat di ICU, mereka sempat berdoa bersama saat salat Jumat.
“Kabar meninggal itu benar. Sudah diumumkan meninggal Sabtu kemarin. Jenazahnya dibawa ke Kudus,” kata Pujo, Minggu (14/2/2016).

Pujo tak bisa berkomentar banyak soal kronologi kejadian sebab tidak langsung mendengar cerita tersebut. Yang jelas, dia berharap agar polisi bisa mengusut kasus ini.
Kapolsek Gambir Kompol Bambang Yudhantara Salamun mengataka masih menyelidiki kasus ini. (***)

Most Popular

To Top