Nasional

Woi Tantowi, Cari Dukungan Politik Jangan di Kampus, di Lapangan Bola Sono…

tantowi-yahya-institut-agama-islam-negeri-sultan-maulana-hasanuddin_20160213_152535

Ayonews, Serang
Alih-alih orasi politiknya mendapat aplaus dari para mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Serang, Banten,Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya, malah diusir. Para mahasiswa mengusir karena keberatan dengan kehadiran Tantowi yang telah mengajukan diri sebagai bakal calon gubernur Banten.

Sabtu (13/2/2016), Tantowi hadir di lantai dua Aula Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin sebagai pembicara pada diskusi publik bertema “Gerakan Pemuda Anti Radikalisme”.

Sejak kehadiran Tantowi, rupanya para mahasiswa sudah berkumpul dan mulai berunjuk rasa sejak pukul 10.00 WIB. Begitu Tantowi mulai berbicara, pengunjuk rasa berorasi menggunakan toa. Tantowi pun harus bersuara lebih nyaring karena orasi cukup bising.

Semula, mahasiswa berunjuk rasa di tangga. Mereka kemudian terus maju hingga ke depan pintu ruang pertemuan. Selanjutnya, pengunjuk rasa naik ke balkon aula sehingga terlihat dari panggung para pembicara. Tantowi terlihat tidak melanjutkan paparannya. Dia hanya memandang mahasiswa dengan tenang. Sekitar pukul 11.00, Tantowi beranjak ke balkon untuk menghampiri pengunjuk rasa.

Riqbal Abdul Rahmat, Presiden Dewan Mahasiswa IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, mengatakan, dialog publik dianggap dalih untuk memperoleh kepentingan politik. Pengunjuk rasa keberatan karena tidak diajak untuk membicarakan kedatangan Tantowi. Mahasiswa meminta diskusi publik dibubarkan.

”Kami tau motif Tantowi dating uini terkait keingingannya untuk maju menjadi calon gubernur Banten. Kampus ini tempat netral. Tidak boleh cari dukungan politik di kampus. Kalau mau di lapangan bola sono…” cetus Riqbal seraya dapat aplaus dari teman-temannya.

“Woi Tantowi, cari dukungan di lapangan bola aja sanaaa…” teriak mahasiswa sambil terus teriak yel-yel.

Tantowi terlihat hanya menyimak orasi pengunjuk rasa dan beberapa kali meminta giliran berbicara. Namun, mahasiswa menolaknya dengan terus berorasi. “Jika tidak juga diberi kesempatan berbicara, saya akan meninggalkan tempat ini,” ujarnya.

Setelah permintaannya tak digubris, Tantowi akhirnya berjalan dan keluar dari gedung disaksikan mahasiswa yang bersorak sorai. Beberapa pegawai dan satuan pengamanan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin tampak membujuk pengunjuk rasa, tetapi mereka bergeming. Tantowi pergi dari kampus itu sekitar pukul 11.30.

Menurut Tantowi, dia menanggapi aksi mahasiswa dengan biasa. Tantowi kecewa, tetapi ketidakpuasan itu disebabkan dia tak bisa memberikan paparan menyeluruh. “Waktu saya masih mahasiswa juga seperti itu, bukan sesuatu yang mengejutkan,” ujarnya.(***)

Most Popular

To Top