Hukum & Kriminal

KPK Tangkap Tangan Pejabat MA, Pengacara dan Pengusaha

image

Ayonews, Jakarta 
Tiga orang ditangkap KPK  dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (12/2/2016) malam. Mereka adalah Kasubdit Kasasi dan PK Kamar Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna, pengusaha Ichsan Suwandi dan pengacara Awang Lazuardi Embat.

Kasus ini bermula saat pengusaha Ichsan Suwandi terlibat dugaan korupsi pembangunan dermaga Labuhan Haji di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Bersama pengacaranya, Awang Lazuardi Embat, keduanya menyuap Andri yang dianggap memiliki wewenang untuk menunda pengiriman salinan putusan kasasi.

Dalam kasus ini MA sudah memberi vonis ke Ichsan. Dia diberi vonis penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara. Ichsan juga diminta membayar denda hingga Rp 4 miliar lebih.

“KPK mengamankan enam orang pada Jumat (12/2) sekitar 22.30 WIB mengamankan ALE pengacara dan sopir di parkiran di hotel di Gading Serpong Tangerang,” kata juru bicara KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2/2016).

Saat itu sopir Ichsan diperintah untuk membawa uang sebesar Rp 400 juta yang dimasukkan ke dalam paper bag untuk dititipkan kepada pengacaranya Awang. Melalui Awang, uang itu kemudian diserahkan kepada Andri di parkiran hotel di Gading Serpong.

Setelah serah terima, penyidik kemudian mencokok sopir Ichsan dan pengacara Awang di lokasi. Tak berhenti di situ, penyidik membuntuti Andri dan menangkapnya di rumahnya di San Lorenzo, Gading Serpong.

“Di rumah ATS ditemukan uang 400 juta yang ada di dalam paper bag dan ada uang lainnya di koper lain,” jelas Yuyuk.

Selanjutnya, penyidik KPK bergerak cepat dan menangkap Ichsan di apartemennya Sudirman Park di kawasan Karet.

“Selain tiga orang itu diamankan sopir IS dan 2 satpam perumahan ATS,” imbuhnya.

“IS dan ALE dikenakan pasal 5 ayat 1 a atau b pasal 13 UU 31 tahun 1999 sedang ATR pasal 12 huruf a atau b dan pasal 11 31 tahun 1999,” jelas Yuyuk. Para tersangka kini ditahan di KPK.(***)

Most Popular

To Top