Nasional

Bayi Lahir Prematur Ditemukan dalam Kardus yang Terbawa Arus Baniir

20131204_134513_bayi-ditemukan-didalam-kardus
Ayonews, Sambas
Warga Dusun Makdebar, Desa Senujuh, Kecamatan Sijangkung, Kabupaten Sambas dihebohkan dengan sesosok bayi mungil diteras salah satu rumah warga, Sabtu (13/2/2016).

Bayi tersebut ditemukan oleh seorang anak berusia sekitar delapan tahun saat sedang bermain banjir. Anak tersebut melihat sebuah kardus di depan rumah warga yang diketahui sedang tidak ada penghuninya.

Anak itu kemudian memeriksa isi kotak kardus tersebut. Dia lalu bergegas memberitahukan kepada orangtuanya.

“Saat ditemukan, bayi tersebut terbungkus kain dan dimasukkan ke dalam kotak kardus, tepat di teras salah satu rumah warga,” ujar Yasir, Kepala Dusun Makdebar di ruang UGD RSUD Sambas.

Berdasarkan keterangan Yasir, wilayah Dusun Makdebar dan beberapa kampung lainnya saat itu sedang terendam banjir. Hanya saja, kampung tersebut berada sedikit lebih tinggi daripada kampung lainnya, sehingga air hanya menggenangi jalan tidak masuk ke rumah. “Kampung memang banjir, dan bayi itu di teras, tidak jauh dari air,” ujar Yasir.

Belum diketahui siapa orangtua bayi mungil tersebut. Warga dusun pun diketahui tidak ada yang sedang hamil atau usai melakukan persalinan. “Kami sudah tanya bidan desa, tidak ada katanya yang habis melahirkan” kata Yasir.

Lantaran kasihan melihat kondisi bayi tersebut, warga kemudian berinisiatif membawanya ke Puskesmas Sijangkung. Menggunakan perahu bertenaga 15PK, bayi tersebut dibawa menerobos banjir menuju Puskesmas. Setibanya di Puskesmas, bayi tersebut kemudian disarankan untuk dirujuk menuju RSUD demi mendapatkan perawatan intensif.

Dokter Herdi yang menangani bayi tersebut mengungkapkan, setiba di UGD, bayi tersebut langsung mendapatkan penanganan.

“Beratnya hanya 1,1 kilogram, terlahir prematur dan sepertinya baru berusia tujuh bulan di dalam kandungan,” ujar Herdi. Bayi tersebut memiliki lingkar kepala 25 centimeter dengan panjang 40 centimeter.

Paru-paru bayi tersebut masih belum sempurna dan harus dibantu pernafasan. Bayi tersebut kemudian dimasukkan ke inkubator. “Ditangani di UGD, dihangatkan suhu tubuhnya, lendirnya dibuang, dan diinfus,” ujar Herdi. (***)

Most Popular

To Top