Ibukota

Kalau Benar-benar Terwujud Gusur Kalijodo, Ahok Nekat

bangunan-liar-tol-kalijodo_20150424_154132
Ayonews, Jakarta
Bukan perkara mudah menggusur kawasan Kalijodo agar bersih dari praktik prostitusi, judi dan kegiatan haram lainnya. Konon, banyak pihak dan pejabat turun-temurun dari dulu gagal mnggusur Kalijodo. Selain ada beking kuat, di sana juga preman-preman siap menghalau siapa pun yang akan mengganggu aktifitas mereka.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja alias Ahok yang terkenal tegas pun mengakui tak mudah membersihkan Kalijodo meski punya dukungan kuat dari negara.

Bahkan, ia memprediksi penertiban kawasan Kalijodo akan berlangsung ricuh. Sebab, penertiban ini akan mengusik beberapa pihak. Termasuk oknum preman di sana.

“Kalau bentrok, pasti akan bentrok. Orang dudukin sungai aja, enggak terima dibongkar kok,” kata Ahok , di Balai Kota, Jumat (12/2/2016).
Terlebih, lanjut dia, kawasan itu telah dijadikan kawasan judi ilegal. Perputaran uang dari lapak-lapak judi yang ada di Kalijodo disebut mencapai miliaran rupiah setiap harinya.
Cukup tingginya angka perputaran uang di Kalijodo mengindikasikan bahwa kawasan tersebut bukan arena perjudian “kelas teri”.

“Apalagi Kalijodo itu sumber duit. Kalau betul di situ ada perjudian, perputaran uang di situ besar, berarti ada oknum-oknum yang terlibat dan melakukan perlawanan,” tambah Ahok.
Jika memang terjadi perlawanan, Ahok akan tetap bertindak sesuai dengan prosedur tetap (protap) yang berlaku. Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk menertibkan kawasan Kalijodo. “Aparat itu pasti ada protapnya. Jangan sampai Negara ini kalah sama preman,” tegas Ahok.
Sementara itu, warga penghuni kawasan prostitusi dan perjudian di Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, tak terpengaruh dengan gagasan Ahok menggusur tempat itu. Sebagian besar warga Kalijodo termasuk para pekerja seks komersial (PSK)-nya mengaku akan melawan jika kawasan itu benar-benar digusur.
Mereka mengaku sudah menetap di kawasan ini bertahun-tahun. Mereka juga menolak di relokasi ke Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang disediakan Ahok karena dari tempat itulah mereka bias hidup dan mencari uang. Tapi ada juga sebagian yang memang setuju direlokasi ke Rusun.

Seperti pengakuan Solihin, warga Jalan Kepanduan II RT 001/ 005, Pejagalan, Jakarta Utara yang memang ingin kawasan kumuh itu disulap jadi lebih maju. Solihin yang mengaku bukan preman dan hanya warga biasa penghuni kolong tol Kalijodo berharap jangan sampai terjadi pertumpahan darah jika penertiban tetap dilakukan petugas gabungan.
“Saya enggak tahu kenapa rencana Ahok senekat itu. Di sini, sejarahnya polisi atau petugas berjabatan tinggi sekalipun takut masuk. Tegas belum cukup untuk gusur Kalijodo,” kata pria 38 tahun ini seraya setuju ditertibkan atau dipindahkan ke rusunawa. (***)

Most Popular

To Top