Hukum & Kriminal

Kemaren Kepergok Polisi, Sekarang Ngaku Bunuh Bocah SD Karena Butuh Sabu

eccf1e6c-2741-4320-8478-5dd56e8cc115-300x160
Ayonews, Depok
Pengakuan Januar Arifin (35) alias Begeng, pelaku penculikan dan pembunuhan bocah SD berinisial J, selalu berubah-ubah. Sebelumnya ia mengaku terpaksa membunuh J karena panic kepergok polisi. Belakangan, kepada pengcaranya, Begeng mengaku sebagai pengguna narkoba jenis sabu.
Sepekan sebelum menculik J, Begeng disebut mengaku menggunakan barang haram tersebut. Hal ini diungkapkan Herman Dionne, pengacara yang ditunjuk polisi untuk mendampingi tersangka Begeng.
“Jadi, saya menduga, kebutuhannya akan uang sebagai motif penculikan atas korban, bukan karena untuk menutupi biaya pernikahan, melainkan untuk mengonsumsi sabu,” kata Herman, Kamis (11/2/2016).
Menurut Herman, keperluan nikah Begeng sudah terpenuhi sebelum pria itu mencilik J. Dengan demikian, Herman menduga motif penculikan bukan mencari uang untuk pernikahan.
“Undangan sudah dicetak dan disebar, berarti sudah dibayar. Katering yang dipesan juga sudah dibayar. Baju pernikahan juga sudah dibayar. Jadi, saya menduga dia butuh uang untuk mengonsumsi narkoba jenis sabu ini,” kata Herman.
Kepada Herman, Begeng mengaku kecanduan sabu sejak lama. “Bahkan, seminggu sebelum penculikan, ngaku pakai sabu. Itu dia pakai sabu terakhir kali,” ujar Herman.
Selain itu, ia menilai bahwa hasil otopsi jenazah J yang akan menentukan motif Begeng dalam menculik dan membunuh J.
Kepala Satreskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho menuturkan, pihaknya tidak dapat memastikan kapan hasil otopsi dari RS Polri Sukanto tersebut selesai.
Menurut dia, hasil otopsi ini akan dijadikan bukti pendukung untuk melihat dan menentukan motif tersangka. “Apakah terkait materi atau ada disorientasi seksual yang dilakukan pelaku,” kata dia.

Kepada polisi, Begeng mengaku telah melakukan perbuatan itu seorang diri, mulai dari menculik hingga membekap korban di rumahnya.(***)

Most Popular

To Top