Nasional

Kelaparan, 2 Anggota Kelompok Santoso Turun Gunung

santoso

Ayonews, Poso
Tak kuat menahan lapar, kelompok teroris Santoso turun gunung. Kemudian bentrok dengan anggota Brimob dan menembak mati anggota Brimob Brigadir Wahyudi Syahputra. Kini kelompok teroris tersebut kian terjepit setelah terjadi baku tembak dengan aparat kepolisian yang menewaskan dua orang teroris.
Wakapolda Sulawesi Tengah Kombes Leo Bona Lubis mengatakan, sebelum menembak mati anggota Brimob Brigadir Wahyudi Syahputra, 9 Februari 2016 mereka mencari jalan atau daerah-daerah yang memungkinkan mereka turun gunung. Kebetulan, mereka mencegat salah satu warga yang biasa berdagang sayur dan lantas membawa kabur mobil milik pedagang sayur tersebut.
“Kemudian barang-barangnya diturunkan di daerah penggalian Pasir perbatasan antara Desa Sangginora dan Desa Hai arah ke Napu,” jelas Leo Bona Lubis, Kepala Operasi Daerah Tinombala 2016 di Mapolres Poso (10/2/2016).
Dengan kendaraan itulah, lanjutnya, dua pelaku kemudian menuju Desa Sangginora untuk mencari makanan. Saat tiba di Desa Sangginora, mereka mampir ke sebuah warung dan membeli bahan sembako berupa lima karung beras, satu karung terigu, tiga lusin telur dan makanan ringan lainnya.
“Di warung itu mereka makan dengan rakusnya. Kelihatan seperti orang kelaparan karena begitu lahapnya memakan makanan tersebut yang berbentuk kue dan lain lain. Mereka membeli beras dalam jumlah yang besar sehingga ada kecurigaan untuk apa beras sebanyak itu, mereka mengatakan ada teman-temannya sebanyak 20 orang yang mencari rotan. Informasi tersebut akhirnya diketahui oleh Babin Kamtibmas kita kemudian melaporkannya ke pos TNI-Polri,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kedua orang mencurigakan itu tercium oleh petugas TNI-Polri di Desa Dewua yang berdekatan dengan Desa Sangginora. Petugas kemudian mendatangi lokasi, namun seorang pelaku teroris melepaskan tembakan yang menewaskan almarhum Brigadir Kepala Anumerta Wahyudi Saputra. Penembakan itu langsung dibalas petugas TNI-Polri yang menyebabkan kedua anggota Kelompok Santoso tewas di tempat.
Leo menerangkan, kelompok teroris Santoso sudah semakin terjepit di hutan dan pegunungan yang menjadi lokasi pelaksanaan Operasi Tinombala 2016 yang digelar untuk mencari dan menangkap kelompok berkekuatan sekitar 30-an orang itu. “Diyakini tanpa pasokan bahan makanan itu akan memaksa kelompok Santoso akhirnya menyerah kepada aparat TNI-Polri,” tandasnya.(***)

Most Popular

To Top