Ibukota

DPRD Ngemis Minta 300 Ribu Sekali Rapat, Ahok: Kalau 50% Warga DKI Setuju Aku Kasih

687474703a2f2f61312e696d672e6d6f6279706963747572652e636f6d2f61353238386262373832656233663361663433363237393833633230623532385f766965772e6a7067
Ayonews, Jakarta
Ada-ada saja ulah anggota DPRD DKI Jakarta. Sudah gaji besar, tunjangan besar, fasilitas mobil mewah, rumah dan lain-lain, masih saja ngemis ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama uang rapat. Sekali rapat mereka minta 300 ribu rupiah.
Ini terungkap saat Ahok mengaku telah menerima surat dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi terkait usulan pemberian tunjangan anggota Dewan sebesar Rp 300.000 tiap rapat.

Namun, Basuki menolak usulan anggota Dewan tersebut. “Saya beri disposisi ke Sekda. Saya tulis, ‘Mana ada aturannya gitu, lho’,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (10/2/2016).

menurut Ahok, tak ada aturan soal pemberian tunjangan rapat. Ia menyebut, akan ada banyak orang menjadi kaya raya jika mereka mendapat uang tiap rapat.

Di sisi lain, ia menganggap usulan tunjangan rapat itu tidak akan membuat anggota DPRD menjadi semakin rajin bekerja.

“Gaji mereka sudah gede, terus dikasih mobil, masa enggak rajin? Aku lebih kecil gajinya, rajin juga,” cetus Ahok.

ahok juga mempertanyakan dasar hukum atas usulan Ketua DPRD tersebut. “Tanya ke masyarakat, kira-kira mereka setuju enggak DPRD kalau rapat dikasih duit lagi? Kalau 50 persen masyarakat setuju, aku kasih (tunjangan rapat),” ujarnya.

Prasetio sebelumnya mengatakan, setiap anggota DPRD DKI akan mendapat tunjangan rapat. Nilainya sekitar Rp 300.000 setiap kali rapat, dan berlaku pada tahun 2016.

“Jadi, sekarang anggota Dewan sekali rapat (dapat) Rp 300.000. Kalau sehari ada dua kali rapat, bisa dapat Rp 600.000,” kata Prasetio.(***)

Most Popular

To Top