Hukum & Kriminal

Wajar Banyak yang Mati, Miras Oplosan Yogya Dicampur Obat Antiserangga & Antipegal

miras-bantul-ARI-370x246
Ayonews, Yogyakarta
Korban miras oplosan di Daerah Istimewa Yogyakarta, sampai dengan Senin (8/2/2016) terus bertambah. Korban meninggal mencapai 26 orang.

Kapolres Sleman AKBP Yulianto, mengungkapkan, lokasi korban meminum miras oplosan berada di beberapa tempat, yakni di wilayah Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul.
“Dari keterangan saksi yang didapat, beberapa korban membeli miras oplosan dari SK, seorang warga Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman,” ujarnya.

SK dan Istrinya, SB, selama ini memang menjadi peracik sekaligus penjual miras oplosan jenis Sari Vodka. Selain SK, korban lainya membeli miras oplosan dari MT dan PY, warga Margoluwih, Seyegan, Sleman.

Kedua pasutri tersebut saat ini telah diamankan di Polres Sleman. Menurut Yulianto, guna mengetahui penyebab kematian, pihaknya telah mengambil sampel urine, darah dan sisa muntahan korban.

Sampel tersebut pun telah dikirim ke laboratorium forensik di Semarang untuk diteliti. Tak hanya mengirimkan sampel ke forensik, pada Minggu (7/2/2016), Polres Sleman juga melakukan olah TKP di rumah SK dan SB, daerah Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Rumah tersebut merupakan lokasi SK dan SB meracik miras oplosan. Dari dapur peracikan, polisi menemukan satu galon fermentasi salak dan dua botol sisa minuman.

Selain itu, di lokasi, ditemukan pula obat antiserangga cair dan obat antipegal berbentuk cairan. Ada pula beberapa cairan yang belum dapat diidentifikasi, berupa cairan warna coklat yang ada di dalam gelas dan bubuk berwarna putih.(***)

Most Popular

To Top