Gaya Hidup

Sejarah Mitologi Perayaan Tahun Baru Imlek

Hong Kong Chinese New Year Celebration

Ayonews, Jakarta

gongxi

Tahun Baru Imlek, juga dikenal dengan sebutan Chinese New year atau Lunar New Year, merupakan pergantian tahun berdasarkan kalender lunisolar Cina yang perhitungannya berdasarkan fase bulan dan hitungan per tahun matahari.

Plampionerayaan tahun baru Imlek merupakan suatu bentuk kebudayaan dan tradisi turun menurun yang masih dilakukan hingga hari ini oleh masyarakat etnis Cina di mana saja yang masih menganut kepercayaan Tao maupun yang tidak. Sama seperti yang sudah sering kita lihat setiap tahunnya, perayaan tahun baru imlek selalu dimeriahkan dengan dekorasi serba merah dan keemasan, petasan dan kembang api, berbagai atraksi barongsai, pembagian angpao, serta makanan khusus perayaan tahun baru Imlek yang mendadak dapat kita temukan dimana-mana. Akan tetapi tahukah anda, bahwa setiap bagian dari perayaan tahun baru Imlek memiliki sejarah dan makna tersendiri dibaliknya ? Ternyata dibalik perayaan yang megah ada kisah yang dapat menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan dalam perayaan Imlek bukan sekedar foya-foya dan berpesta ria semata, melainkan sesuatu yang bermakna dan bersejarah.

petasaaann

Menurut legenda Cina, perayaan tahun baru Imlek berawal dari usaha para penduduk desa untuk mengusir roh jahat yang bernama Nian. Nian adalah roh jahat yang suka memakan anak kecil, hewan ternak, dan merusak hasil pertanian warga desa. Untuk mengusir Nian dari lingkungan mereka, setiap tahun baru para penduduk desa akan memakai baju serba merah, menggantung lampion merah, menempel kertas-kerta merah, bahkan mengecat rumah mereka dengan warna merah karena menurut pengalaman, roh jahat Nian takut akan warna merah. Pernah suatu kietika Nian mendekati seorang anak berbaju merah, tapi tidak ingin memakannya karena ketakutan dan segera pergi. Selain memakai pakaian dan memasang dekorasi serba merah, mereka juga memasang petasan dan kembang api untuk menakut-nakuti Nian, dan sebagai antisipasi mereka menyediakan makanan berupa buah-buahan dan daging untuk Nian agar tidak mengincar anak-anak di desa mereka.

Terlepas dari sejarah mitologi perayaan tahun baru Imlek, masyarakat etnis Cina merayakannya dengan tujuan silaturahmi bersama keluarga dan sebagai wujud bersyukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala rezeki yang telah mereka peroleh seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun. (NA)

Most Popular

To Top