Hukum & Kriminal

Sebagian Besar Korban Miras Oplosan itu Mahasiswa

oplosan
Ayonews, Yogyakarta
Miris, dari 26 orang tewas di Yogyakarta akibat menenggak miras oplosan, sebagian besar adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota pelajar itu.
“Korban rata-rata mahasiswa,” kata Kapolres Sleman AKBP Yulianto, Senin (8/2/2016).
Selain korban tewas berjumlah 26 orang, belasan lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta, yakni RSUP Sardjito lima orang, RS Bethesda 15 orang, dan RS Hidayatulah tiga orang.
Adapun korban meninggal, lanjut Yulianto,, berasal dari dua lokasi. Untuk lokasi pertama, miras berasal dari SK dan istrinya, SB, pedagang miras di daerah dusun Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman, ada 22 orang.
Dan lokasi kedua di wilayah Sayegan, dengan penjual MT dan PY asal Margoluwih, Seyegan, Sleman, dan W warga Sayegan berjumlah empat orang. “Saat ini masih kita dalami,” kata Yulianto.
Selain itu, pihak kepolisian juga sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti yang ada di Dusun Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman. Dari olah TKP tersebut diamankan sebuah galon fermentasi salak, bahan baku miras lainnya, antiserangga cair merk HIT di ruang peracikan, alat pres botol, cairan antipegal, bubuk warna putih yang masih belum dapat diidentifikasi, sebungkus tawas, dua botol sisa minuman, dua buah gelas berisi cairan coklat yang masih belum dapat diidentifikasi jenisnya, serta sebungkus besar tembakau.
Kasatreskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menambahkan, jenis minuman yang dijual dinamakan Arak dan Sari Vodka. Untuk jenis arak satu botol air mineral dijual dengan harga Rp15 ribu, sementara untuk sari Vodka dijual Rp25 ribu.

“Untuk arak merupakan campuran dari 20 persen ethanol dicampur air,” terangnya.(***)

Most Popular

To Top