Hukum & Kriminal

Bau Alkohol dari Mulut Sopir Fortuner Maut

fortuner B 666 DVL
Ayonews, Jakarta
Mobil Fortuner B 201 RFD yang menabrak dua motor Mio di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (8/2/2016) pagi, berisi sembilan orang. Jumlah tersebut terdiri dari satu pengemudi, Riki Agung Prasetio (24), dan delapan penumpang.
“Ada delapan orang di dalam mobil, ditambah satu sopir jadi sembilan,” kata Kanit Laka Lantas Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Samakun mengatakan, di Jakarta, Senin.
Samakun menggambarkan, saat itu, posisi penumpang antara lain tiga orang berada di bagian belakang. Empat orang di tengah, dan satu orang di samping sopir. Namun, Samakun belum memastikan di mana posisi dua penumpang yang meninggal dunia saat tabrakan terjadi.
“Orangnya kecil-kecil, jadi muat banyak,” kata Samakun.
Korban meninggal merupakan pengendara sepeda motor dan yang dibonceng, yaitu Zulkahfi Rahman dan istrinya, Nuraini, juga penumpang Toyota Fortuner bernama Tatang Satriana dan Evi.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Heri Ompusunggu menegaskan bahwa mobil Fortuner B 201 RFD yang dikendarai oleh Riki Agung Prasetio (24) milik pejabat. Menurut Heri, mobil tersebut milik warga sipil biasa.

“Bukan pejabat karena itu kan tiga digit,” kata Heri.

Perbedaan pejabat atau bukan terletak pada angka dalam pelat nomor polisi tersebut. Jika pelat tiga angka, mobil tersebut bukan milik pejabat.

Sebaliknya, jika ada angka empat digit dengan huruf RFD di belakang, mobil tersebut milik pejabat. Saat ini, polisi belum memastikan penyebab tabrakan yang membuat empat orang tewas tersebut.
Heri membenarkan pengemudi baru pulang dari tempat hiburan malam sebelum terlibat kecelakaan dan menyebabkan empat orang tewas. Saat tabrakan, Riki mengaku tidak fokus.

“Bagaimana mau fokus, orang dia enggak tidur kemudian baru pulang dari (tempat) hiburan malam,” kata Heri.

Saat Riki ditolong, aroma alkohol sempat tercium di sekitar tempat kejadian perkara. Namun, Heri belum memastikan apakah pengemudi dalam kondisi mabuk atau tidak. “Untuk menguatkan, kami tunggu hasil tes urine supaya tidak ada asumsi,” kata Heri.(***)

Most Popular

To Top