Hukum & Kriminal

Polisi Macho ini Akhiri Hidupnya dengan Nembak Kepala Sendiri

syahir-perdana-lubis-2_20160206_215755

Ayonews, Bandarlampung
Di Bandarlampung, Inspektur Satu Syahrir Perdana Lubis (23), menjadi idola para gadis. Selain jadi polisi, Syahrir punya tampang ganteng dan macho. Dengan gaya rambut mohawck, Syahrir juga rajin nampang di media social, terutama instagram. Dari sisnilah, Syahrir jadi beken di kalangan anak muda Lampung.
Sayang, ia mengakhiri hidupnya secara tragis. Diduga, Syahrir bunuh diri dengan menembakkan kepalanya pakai pistol. Ia ditemukan tewas di dalam kamarnya dengan luka tembak di kepala. Kepala Unit Reserse Mobile Polresta Bandar Lampung tersebut diduga bunuh diri lantaran tak kuat menahan sakit yang dideritanya.

Kematian Syahrir baru diketahui saat salah satu rekannya mencari korban di rumah dinasnya yang terletak di samping Markas Polresta Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2016) sore.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar Sulistyaningsih mengatakan, Iptu Syahrir ditemukan dengan luka tembak di kepala sebelah kanan hingga tembus ke belakang.

“Korban ditemukan sekitar pukul 16.00 oleh anggota yang sedang mencarinya karena Iptu Syarir tidak kelihatan seharian. Saat pintu kamarnya diketuk, sama sekali tidak ada jawaban dan pintu tersebut dalam keadaan terkunci,” ujar dia.

Iptu Syarir, merupakan lulusan Akpol 2012. Sebelum menjabat sebagai kepala Unit Reserse Mobile, dia pernah mengemban tugas sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi di Polresta Bandar Lampung.

Iptu Syahrir merupakan salah satu polisi ganteng yang cukup terkenal di media sosial. Ia memiliki dua akun instagram, @syahrirperdana dan @perdanasyarir.

Akun @syarirperdana memiliki 1.181 kiriman dengan jumlah follower mencapai 20,2K. Polisi muda yang khas dengan jambang dan topi tersebut merupakan idola muda-mudi di Bandar Lampung.
Sehari sebelum meninggal dunia, Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Polresta Bandar Lampung Iptu Syahir Perdana Lubis sempat memberikan oleh-oleh untuk komandannya.
“Saya sudah dua minggu tidak ketemu dia (Syahir). Dia memang sempat izin pulang ke Medan. Pulang dari Medan, dia membawakan kue bolu meranti untuk saya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Kompol Deri Agung Wijaya ketika ditemui di ruang jenazah, RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2016).
Deri mendapat kabar duka tersebut seusai menjalani tes kepemimpinan di Polda Lampung. Ia tidak menyangka bahwa salah satu anggota terbaiknya tewas memilukan

. “Padahal saya berencana akan mengajak dia dan beberapa anggota untuk makan usai tes di Polda,” kata dia.(***)

Most Popular

To Top