Internasional

Gempa Guncang Taiwan, Apartemen Roboh, 3 Orang + 1 Bayi Tewas

gempabumi

Ayonews, Taiwan

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Taiwan. Sedikitnya 3 orang tewas termasuk seorang bayi berusia 10 hari setelah gedung apartemen 17 lantai ambruk akibat gempa.

Dilaporkan otoritas setempat, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (6/2/2016), sedikitnya empat gedung roboh akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (6/2) dini hari, sesaat sebelum pukul 04.00 waktu setempat.

Upaya penyelamatan fokus pada gedung yang roboh dan membuat penghuni terjebak di dalam.

Petugas pemadam berhasil mengevakuasi sejumlah korban selamat dari bangunan yang miring dan nyaris ambruk. Mereka mengakses gedung melalui jendela dan memanjat puing dengan tangga darurat.

Seorang bayi, seorang pria berusia 40 tahun dan seorang wanita ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Otoritas setempat menyebut ada sekitar 29 penghuni apartemen yang berhasil diselamatkan dan kini harus menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

“Tiga orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sebelum dilarikan ke rumah sakit,” tutur juru bicara Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan, Lin Kuan Cheng.

“Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlanjut di sana, dari rumah ke rumah,” imbuhnya.

Lebih dari 100 orang berhasil diselamatkan dari puing-puing. Media setempat melaporkan gedung apartemen itu terdiri atas 200 unit. Otoritas setempat tidak mampu memberikan perkiraan jumlah orang yang masih terjebak di dalam.

sebuah gedung apartemen lainnya, gedung 7 lantai, petugas berhasil menyelamatkan sekitar 30 orang. Total sekitar 200 orang diselamatkan dari puing-puing gedung yang roboh akibat gempa bumi ini. Sedangkan lebih dari 100 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa 6,4 SR ini berpusat di lokasi sejauh 39 kilometer dari Kaohsiung, kota terbesar kedua di Taiwan. Pusat gempa dilaporkan ada di kedalaman 10 kilometer. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.(***)

Most Popular

To Top