Hukum & Kriminal

kapolda

Ayonews, Jakarta

Perdebatan soal penahanan Jessica antara polisi dan pengacara Jessica mengemuka. Masing-masing punya argumentasi untuk mempertahankan pendapatnya.

Di satu sisi pengacara Jessica menilai penahanan kliennya itu tidak berdasarkan bukti yang kuat. Di sisi lain, polisi sudah menyimpan bukti, namun akan dibuka di pengadilan nanti.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menegaskan penahanan tersangka Jessica Kumala Wongso (27) sudah berdasarkan keyakinan penyidik.

“Penyidik sudah yakin kalau dia merupakan pelaku kasus kopi beracun yang menyebabkan Wayan Mirna Salihin (27) meninggal dunia. Penyidik berani menahan, berarti penyidik sudah yakin,” ujar Tito, di Mapolda Metro Jaya, kepada wartawan,Jumat (5/2).

Menurut Tito, langkah polisi selanjutanya adalah bagaimana memperkuat alat bukti, termasuk meyakini jaksa dan berkas dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya, meningkat ke persidangan.

“Di persidangan kami otomatis all out membantu teman-teman jaksa. Karena kewajiban polisi bukan hanya pada P21. Tapi kewajiban polisi secara moral, bahwa kasus yang sudah dilakukan tindakan upaya paksa oleh polisi itu harus kita yakinkan juga kepada mereka (jaksa), tanpa melupakan azas praduga tak bersalah, membantu mereka dan bekerja dalam team work,” ungkapnya.

Menyoal kapan berkas perkara rampung disusun dan diserahkan kepada jaksa, Tito menyampaikan, penyidik masih memiliki banyak waktu.

“Kita memiliki waktu empat bulan. 20 (hari), 40 (hari), 30 (hari), 30 (hari). 20 hari pertama tahanan penyidik. Setelah itu bisa diminta perpanjangan oleh jaksa, menjadi tahanan atas dukungan jaksa 40 hari. Kalau kurang cukup bisa kita ajukan 30 hari di pengadilan. Kalau kurang cukup lagi, kita tambah 30 hari lagi. Jadi tidak usah buru-buru, sabar,” tegasnya.

Ia menegaskan, berdasarkan alat bukti yang ada, sudah banyak kemajuan dalam penyidikan kasus kopi beracun ini.

“Berdasarkan alat-alat bukti, ya sudah banyak kemajuannya. Bukti kalau polisi menahan berarti sudah ada alat bukti. Minimal dua alat bukti dan keyakinan penyidik. Saya tidak mau dipancing menjelaskan alat bukti. Dalam sistem peradilan kita, penyidik memiliki strategi penyidikan. Teman-teman jaksa, JPU (Jaksa Penuntut Umum) punya strategi penuntutan. Di peradilan, hakim memiliki strategi untuk mengadili supaya dia objektif. Karena bisa jadi tersangka berbohong,” katanya.

Di sisi lain, tambahnya, tersangka dan penasehat hukum juga punya strategi pembelaan.

“Peluru apa yang polisi punya, JPU punya? Salah satunya yakni bagaimana mematahkan dalil-dalil yang dimililiki penuntut. Sekarang kalau dibuka dan kita masih bertanding enam bulan ke depan, bayangkan empat bulan maksimal di kepolisian. Jaksa juga punya hak untuk menahan yang bersangkutan. Artinya dalam peradilan akan muncul paling cepat empat bulan ke depan. Sekarang baru seminggu penahanan, masa harus diumbar semua,” papar Tito.(***)

Most Popular

To Top