Hukum & Kriminal

Terkait Sindikat Jual Beli Ginjal, RSCM Digeledah Bareskrim Polri

jual-ginjal-130713c

Ayonews, Jakarta

Pihak RSCM tidak akan melindungi oknum-oknum yang terlibat jual beli ginjal di rumah sakit yang dipimpinnya. RSCM sebagai rumah sakit besar, tidak akan mentolelir bila ada yang melanggar aturan rumah sakit.

hal ini terjadi setalah sembilan anggota Bareskrim Polri menggeledah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo terkait kasus dugaan jual beli ginjal.

Atas penggeledahan ini, Direktur Utama RSCM Czeresna Heriawan mengaku tidak mendapatkan konfirmasi tentang dokumen-dokumen yang dibawa pihak kepolisian.

Menurutnya, RSCM selama ini sudah menjalankan operasi sesuai prosedur yang berlaku.

“Kita mengikuti betul UU yang mengatur hal tersebut. UU 36 tahun 2009 bahwa pengobatan terhadap penyakit salah satunya adalah dengan transplantasi organ atau jaringan,” ucap Heriawan kepada wartawan media, Kamis (4/2/2016).

Heriawan menegaskan, komersialisasi, transaksi jual beli tidak diperkenankan. menurutnya, RSCM terus menjaga dan mencegah setiap orang yang hendak menjalani pengobatan dengan metode jual-beli ginjal.

“Itu prosedur kami lakukan seketat itu supaya menjamin bahwa yang mau mendonorkan itu jangan sampai terlibat hal-hal seperti itu. Tapi kalau orang bohong kan kita nggak tau,” ujar Heriawan.

Heriawan pun akan menyerahkan kepada pihak kepolisian apabila ada oknum yang terlibat dalam kasus jual-beli ginjal.

“Sesuai dengan sanksi pidana yang diatur dalam UU 36 tahun 2009, hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda 1 milyar,” terang Heriawan dengan tegas.

Heriawan juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan melindungi pihak-pihak yang terlibat.

“Sama sekali tidak akan melindungi. Masa dia mau langkahin peraturan rumah sakit. Langkahi dulu mayat Dirut kalau dia mau macem-macem,” tegasnya.

Sebelumnya, saat keluar dari RSCM, penyidik Bareskrim membawa boks berisi dokumen untuk diselidiki tentang keterlibatan kasus jual-beli ginjal.

“Dokumen (tersebut) tentang latar belakang kesehatan korban sampai dengan dokumen kesehatan penerima donor. Terakhir dari tahun 2013,” ujar Kepala Unit Pidana Tindak Pidana Perdagangan Orang Direktorat Tipidum AKBP Arie Darmanto ketika hendak meninggalkan RSCM.(**)

Most Popular

To Top