Hukum & Kriminal

Ratusan Juta Uang Palsu Disita Polisi, Sasaran Pelaku Pengusaha Kecil

image

Ayonews, Bandung
Hati-hati Anda bertransaksi jual beli di malam hari. Sebab, di waktu itulah, sindikat penyebar uang palsu (Upal) beraksi. Umumnya upal yang dibuat pecahan 50 dan 100 ribuan.

Seperti yang dilakukan AP alias Yuda,  warga Jl Andir Bandung, Jawa Barat ini. Selain menjual uang palsu hasil cetakan home industri, dengan perbandingan 1 uang asli ditukar 3 uang palsu, Yuda juga menyebar Upal di malam hari.

Ironisnya, target korbannya adalah pengusaha kecil di seluruh Jawa Barat. Bermodalkan alat potong, alat cetak berupa printer, tinta sablon dan sejumlah alat pendukung pembuatan upal, Yuda membangun sindikat baru kejahatannya.

Hari ini, Yuda kena batunya. Ia dilaporkan salah seorang pedagang kcil karena membayar dagangannya pakai upal. Polisi yang menerima laporan segera memburu Yuda.

Polisi berhasil menangkap Yuda di Taman Flexi, Jl Dago. Yuda tak bisa mengelak lantaran ditemukan barang bukti dua kembar upal pecahan Rp 100 ribu. Polisi mengembangkan penyelidikan ke indekos Yuda di Jalan Andir, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Hasil penggeledahan di tempat tinggal tersangka, polisi mendapatkan barang bukti antara lain upal siap edar .  Total uang rupiah palsu yang disita anggota sebanyak Rp 278 juta terdiri upal pecahan 50 ribu rupiah dan 100 ribu rupiah.

“Modus tersangka mencetak upal menggunakan printer dan menyablon mata uang rupiah palsu. Kalau kasus upal, biasanya melibatkan sindikat. Ya minimal dia pernah kerja bikin upal bersama temannya. Ketika temannya ketangkap, sedangkan dia tidak, maka dia membuat kelompok baru,” tutur Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (2/2/2016). 

Yoyol mengaku prihatin karena korbannya pedagang-pedagang usaha kecil. Menurutnya, tersangka  biasanya membeli barang kepada para pedagang. Sehingga ia mengantungi keuntungan dari uang kembalian pedagang.

“Untuk mengelabui pedagang agar upal tidak dicurigai, tersangka bertransaksi pada malam hari,” ujar Yoyol didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib.

Pihak kepolisian, sambung Yoyol, masih berkoordinasi dengan Bank Indonesia guna memeriksa upal dan ciri-ciri bentuk palsunya. Tersangka Yuda diganjar Pasal 244 KUHPidana dan Pasal 36 ayat 1 UU RI No.7/2011 tentang Mata Uang yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Yuda kini meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Pria jangkung ini memilih bungkam kepada wartawan.(***)

Most Popular

To Top