Ibukota

Perang Bacot Lawan Ahok, Adhyaksa Dault Mati Kutu

image

Ayonews, Jakarta
Kandidat calon gubernur DKI Adhyaksa Dault dan Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) saling serang pernyataan.

Dimulai dari hasil survei CSIS yang menyebutkan elektabilats Ahok 47%. Adhyaksa pun mengeluarkan pernyataannya di media massa bahwa ada 53% warga Jakarta yang tak menghendakinya jadi gubernur.

Jangan coba-coba lawan Ahok soal adu pernyataan. Kebetulan di survei CSIS elektabilitas Adhyaksa yang digadang-gadang ikut meramaikan ajang Pilgub 2017 mendatang, cuma 4,7%.

Di sinilah Adhyaksa mati kutu. Ahok pun membalikkan teori Adhyaksa bahwa 96% warga Jakarta tak menyukai dan tak mengenal Adhyaksa.

Rupanya kritikan balik Ahok –kata orang Betawi sih– nonjok banget. Adhyaksa mati langkah. Dia hanya membalas supaya Ahok agar tak jemawa. Kritik Adhyaksa ini dijawab santai oleh Ahok.

“Saya kan lebih bodoh dari beliau. Beliau kan Doktor. Saya kan bukan Doktor,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/1/2016).

Adhyaksa meminta Ahok agar tak jemawa karena menilai mayoritas
rakyat Jakarta tak suka Adhyaksa.

Ahok menilai demikian karena Adhyaksa terlebih dahulu menyatakan sebagian besar rakyat Jakarta tak ingin Ahok menjadi Gubernur DKI kembali.

Ahok menilai agar Adhyaksa tak perlu marah mendengar komentarnya.  “Ya jangan memarahi saya yang lebih bodoh dong. Sama Doktor ya saya enggak sebanding dong,” kata Ahok sambil tersenyum santai.

“Beliau yang mengajari saya cara menilainya begitu kan. Kan yang mengajari menilai saya begitu,” kata Ahok.

Adhyaksa menyatakan dirinya seorang Doktor Kelautan dan Perikanan. Tak sepantasnya Ahok menilai dirinya tak bisa membaca survei.

“Saya menyesalkan kata-kata Ahok bahwa kasihan 96 persen masyarakat Jakarta tidak suka Adhyaksa. Kan cuman Menpora berarti olah raga dikerdilkan tidak tahu soal statistik. Begini-begini saya ini doktor kelautan dan perikanan yang banyak bicara statistik,” sesal Adhyaksa.(***)

Most Popular

To Top