Hukum & Kriminal

Kredit Fiktif Rugikan 25 Miliar Uang Negara, Bos Sapi Subang jadi Buronan Kejati Jabar

Ayonews, Jabar
Kejahatan perbankan kebanyakan dari modus pengajuan kredit fiktif. Biasanya kejahatan ini melibatkan pengusaha dan orang dalam perbankan tersebut.

Kejahatan ini mulai terungkap ketika terjadi kredit macet. Seperti kasus pengajuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar ini.

Kejati Jabar telah menetapkan bos sapi Didi Supriadi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) di bank BNI. Bos sapi asal Subang yang berstatus buron tersebut telah mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 25 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar Bambang Bachtiar menuturkan bahwa Didi sejak September 2015 telah dinyatakan DPO.

“Tersangka DS statusnya buron. Kami pun sudah mengirimkan surat ke imigrasi untuk dicekal,” ujar Bambang di Kantor Kejati Jabar, Jalan LRE Martadinata, Selasa (2/2/2016).

Bambang mengatakan, siapapun yang mengetahui keberadaan Didi diharapkan dapat memberikan informasi. Pasalnya perkara ini akan segera masuk dalam tahap penuntutan dan kemudian disidangkan.

Bambang menyatakan jika Didi belum juga tertangkap hingga sidang kasus ini digelar, maka sidang akan tetap dilaksanakan.

“Sidang akan tetap digelar tanpa kehadiran terdakwa atau in-absentia,” katanya.

Bambang menjelaskan kasus ini bermula pada tahun 2010 saat bank milik pemerintah itu memberikan KUR kepada PT Simpang Jaya II senilai Rp 25 miliar. Tersangka mengajukan proposal dari para petani kepada bank tersebut.

Namun setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan, ditemukan bahwa petani yang mengajukan proposal tersebut adalah fiktif. Disisi lain proses KUR itu tetap dicairkan oleh pihak bank kepada PT Simpang Jaya II yang mengatasnamakan kelompok petani.

Dalam kasus ini Kejati juga telah menetapkan dua tersangka lain yaitu  A dan EK pejabat dari bank plat merah itu. Kini kedua pejabat tersebut, telah meringkuk di Rutan Kebonwaru, Bandung.

Selain di Subang, penyidik Kejati Jabar juga menangani kasus korupsi KUR di Tasikmalaya. Dalam kasus ini kerugian negaranya mencapai Rp 28 miliar. Tersangka kasus ini berinisial HMH, bos peternakan ayam potong.

“Kalau tersangka HMH sudah kita tahan di Rutan Kebonwaru. Kasusnya akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” kata Bambang.

Sama seperti kasus penggemukan sapi, pada kasus pengadaan ayam potong ini pun, tersangka mengajukan proposal fiktif.(***)

Most Popular

To Top