Ibukota

Nyesel Telat Mecat Pejabat yang Nggak Beres Kerjanya

image

Ayonews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bukan type pejabat ABS (Asal Bapak Senang). Ahok menilai bawahannya dengan kinerja dan hasil nyata.

Karena itu hal yang terpenting untuk menjalankan pemerintahan di Ibu Kota dengan berani memecat para pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak bekerja baik.

“Saya kadang-kadang nyesel di Jakarta ini saya terlambat pecatin orang-orang,” kata Basuki, di Balai Kota, Senin (1/2/2016).

Misalnya, langkahnya memecat  Kepala Dinas Tata Air DKI. Basuki mengatakan, seharusnya penggantian Kepala Dinas Tata Air sudah bisa dilaksanakan akhir 2014 atau awal tahun 2015.

Seharusnya, lanjut dia, saat itu dirinya sudah menempatkan camat menjadi Kepala Dinas Tata Air.

“Kalau saya lakukan itu, saya kira sudah selesai semua saluran penghubung sungai. Sekarang Matraman Cawang masih banjir enggak? Enggak. Kenapa? Karena semua saluran penghubung tidak tertutup bangunan dan camat berani lakukan itu,” ujar Basuki.

Basuki mengatakan, lurah dan camat berpengalaman berani bertindak di wilayahnya. Misalnya, jika ada rumah ibadah yang menutupi saluran air atau got, lurah dan camat itu akan berkomunikasi dengan warga untuk membongkar rumah ibadah itu.

“Kalau Kepala Dinas Tata Air yang dulu, waaah… ngelesnya aduh macam-macam, deh. Nah, dengan cara ini saya kira lambat (kerjanya) langsung pecat saja. Yang (Dirut PT) Transjakarta juga terlambat pecat saya rasa,” kata Basuki.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta kini diduduki oleh Teguh Hendarwan yang sebelumnya menjabat Camat Pulogadung.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Air selalu diduduki oleh pejabat internal bergelar insinyur. Seperti Ery Basworo, Manggas Rudi Siahaan, Agus Priyono, dan Tri Djoko Sri Margianto.(***)

Most Popular

To Top