Hukum & Kriminal

Silakan Jessica Ngeles, Polisi Sudah Siapkan Siasat Menjeratnya dengan Pasal Pembunuhan Berencana

jessica ditangkap
Ayonews, Jakarta
Tidak ada maling mengaku. Begitu ungkapan umum dunia kriminal. Semua pelaku kejahatan 99 awalnya mengingkari perbuatannya. Begitu pun dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

Polisi yakin tersangka Jessica Kumala Wongso juga bakal mengingkari perbuatannya. Meski demikian, polisi sudah menyiapkan strategi bila Jessica mengelak perbuatanya.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menegaskan pihaknya tidak mencari pengakuan dari tersangka kasus pembunuhan putri kembar Dermawan Salihin tersebut. “Kami yakin pelaku pasti akan mengingkari,” kata Krishna.

Krishna mengaku sudah menyiapkan siasat melawannya. Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memperkuat bukti-bukti, keterangan saksi ahli, dan merekonstruksi pembuatan es kopi Vietnam hingga sampai ke meja Mirna.

Tidak hanya itu, Krishna mengatakan pelaku pembunuh Mirna bakal dikenai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian di GOR Sumantri Bojonegoro , Jakarta Selatan, Sabtu (30/1/2016) mengatakan, soal kronologi penangkapan tersangka Jessica yang tahu persis teman-teman di lapangan.

“Yang jelas penyidik dari reserse berpendapat bahwa ada bukti permulaan,” kata Tito.

Tito belum mau mengumbar data alat bukti yang dikantongi polisi untuk menetapkan Jessica jadi tersangka. Yang jelas, alat bukti polisi sudah memenuhi aturan di KUHAP.

“Dalam KUHAP itu bukti permulaan itu adalah adanya laporan polisi plus minimal satu alat bukti dari satu delapan hal di KUHAP. Mulai dari transaksi, dua saksi minimal, ada keterangan ahli, ada surat petunjuk atau keterangan tersangka,” ulas Tito.

“Artinya penyidik merasa yakin bahwa minimal satu alat buktinya ini ada, tapi saya tidak mau sebutkan karena kita memiliki strategi penyidikan. Biarkan teman-teman bekerja selama 24 jam. Nanti, ada keputusan apakah ini akan ditahan atau tidak. Wait and see,” tutup Tito.(***)

Most Popular

To Top