Hukum

Berantas Terorisme,Tak Hanya Polisi, Tentara Bisa Nangkap Pelaku Teroris

2016-01-29 15.09.46

Ayonews, Jakarta

Dalam upaya pemberantasan aksi terorisme, Polri bekerjasama secara serius dengan TNI. Kerjasama ini dalam bentuk, baik Polri maupun TNI bisa bersama-sama menangkap pelaku terorisme yang sudah DPO atau sedang ditarget.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebutkan, saat seseorang ditetapkan sebagai target operasi (TO) dalam kasus terorisme, baik TNI atau Polisi bisa melakukan penangkapan.

“Orang-orang yang sudah TO, DPO, siapapun yang menangkap ndak ada masalah. TNI bergerak sendiri juga nggak masalah,” kata Badrodin di Auditorium PTIK, Jl Tirtayasa, Jaksel, Jumat (29/1/2016).

Salah satu operasi bersama yang dilakukan TNI dan Polri adalah memburu kelompok Santoso di Poso. Meskipun hingga saat ini Santoso belum berhasil tertangkap, namun TNI dan Polri terus melakukan perburuan.

“Kita sama-sama menyadari lokasi geografis itu tidak mudah sebagai ajang untuk menindak mereka. Oleh karena itu, kita setiap saat evaluasi. Pimpinan di lapangan evaluasi apa strategi yang tepat. Ditangkap oleh TNI iya ga ada masalah karena semua atas nama Polri, ditangkap Polri juga ga masalah,” jelas Badrodin.

Senada dengan Kapolri, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo juga menegaskan pihaknya mengerahkan upaya maksimal untuk menemukan Santoso Cs. Dalam perburuan Santoso, Polri menjadi leadernya.

“TNI-Polri lakukan operasi bersama-sama yang pentingnya satu tujuan menangkap Santoso Cs. Mau TNI mau Polri nggak masalah. Setiap saat kita lakukan evaluasi. Kalau polri leadingnya kita berikan masukan pada Polri. Kita evaluasi sama-sama,” tutur Gatot.

“Dalam tertib sipil, Polisi adalah tangan kanan presiden dan TNI adalah tangan kiri presiden. Semua saling menguatkan,” tegas Gatot.(***)

Most Popular

To Top