Hukum

Alasan Sakit, RJ Lino Takut Diperiksa di Jumat Keramat

2016-01-29 11.03.19

Ayonews, Jakarta

RJ Lino tidak hadir dalam pemeriksaan di KPK hari ini, Jumat (29/1/2016). Hari Jumat menjadi syndrom bagi para pejabat yang diduga kuat terlibat kasus suap atau korupsi.

Apakah lantaran RJ Lino takut ditahan di ‘Jumat Keramat’? Pengacara RJ Lino Maqdir Ismail menyebut kliennya itu tengah sakit.

“Nggak, enggak urusan ada penahanan. Karena beliau memang betul-betul sakit gitu lho,” kata Maqdir di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).

 

Biasanya KPK melakukan penahanan terhadap tersangka di hari Jumat sehingga dikenal dengan sebutan ‘Jumat Keramat’. Maqdir menyebut penahanan terhadap kliennya memang pada akhirnya akan dilakukan, tetapi harus sesuai dengan ketentuan.

“Ya bagaimana pun juga orang jadi tersangka itu cepat atau lambat akan ditahan. Saya kira kesadaran itu ada pada semua orang, memang waktu saja. Jadi buat saya tidak mempersoalkan itu,” ucapnya.

“Tapi yang perlu dipersoalkan itu apakah penahanan itu sesuai dengan ketentuan undang-undang atau tidak,” sambung Maqdir.

Menurut Maqdir, penahanan terhadap kliennya tidak perlu dilakukan nantinya. Maqdir menyebut RJ Lino tak mungkin menghilangkan barang bukti dan mengulang perbuatannya.

“Karena ketentuan undang-undang itu ada syarat subjektif, seperti menghilangkan barang bukti, barang bukti apa yang mau dihilangkan, mengulangi perbuatan, perbuatan apa yang akan diulangi, kan tidak mungkin, beliau sudah berhenti kok,” kata Maqdir.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 3 Quay Container Crane (QCC) tahun 2010, RJ Lino disangka telah melakukan penunjukan langsung pembelian QCC hingga merugikan negara sebesar Rp 60 miliar. Atas perbuatannya, Lino dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.(***)

Most Popular

To Top