Hukum

10 Bulan Menghilang Tinggalkan Benda-benda Identik dengan ISIS

isis_indo_1
Ayonews, Banyumas

Sudah berbulan-bulan Achmadi dilanda kecemasan. KH (35), anaknya tak kunjung memberi kabar. Terlebih, belakangan ini di sekitaran kampungnya di Desa Ciberem, Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah, banyak pemuda yang hilang setelah bergabung dengan sebuah Organisasi Masyarakat (Ormas) tertentu.

Ditambah lagi dengan rasa penasaran Achmadi yang curiga dengan isi lemari anaknya. 10 bulan lalu, KH pamit mau ke Jakarta mencari pekerjaan. Saat hendak pergi itu ia meminta kepada ayahnha agar jangan ada orang yang membuka lemari di kamarnya.

Kams malam (28/1/2016) Achmadi sudah tak sabar lagi untuk membuka rahasia kepergian anaknya dari lemari tersebut. Bersama warga setempat ia mendatangi Makodim Banyumas untuk meminta bantuan membuka almari anaknya.
Didampingi ketua RT setempat, Dandim 0701/Banyumas Letnan Kolonel Inf Erwin Ekagita Yuana membuka alamari KH.
Dari lemari tersebut ternyata didapati barang-barang yang diduga berkaitan dengan ISIS. Barang-barang yang diamankan dari rumah tersebut di antaranya sebuah topi loreng berlambang ISIS, atribut bendera Palestina, 1 pucuk pistol air soft gun beserta 250 butir peluru, sebuah pedang samurai (katana), sebuah flashdisk dan sebuah memory eksternal yang berisi tentang kegiatan jihad, buku-buku ajaran Islam radikal.

“Di rumah itu kita dapati hal seperti ini pistol air soft gun, ini bukan beneran ya. Lalu ada buku-buku tentang jihad, ada eksternal hard disk yang sulit dibuka, tapi di situ berisi rekaman-rekaman Al-Qaeda, kemudian berisi tentang jihad juga dan ada eksekusi tentara Amerika juga,” kata Erwin kepada wartawan Jumat (29/01/2016).
Menurut dia, pihaknya sempat mendengar kabar adanya nama tersebut yang sebelumnya tertangkap di Poso. Namun pihaknya akan mengembangkan penemuan ini apakah berkaitan atau tidak.
“Iya saya dengar juga informasi nama itu tertangkap di Poso, tapi akan kita kembangkan lagi terkait atau tidak. Karena di sini ada file yang belum bisa terbuka, kalau ini bisa terbuka siapa tahu ada informasi lain yang bisa kita telusuri, termasuk catatan-catatan dan juga alamat–alamat ini nanti kita dalami,” ujarnya.

Dengan adanya temuan ini, dia meminta agar masyarakat jangan pernah ragu untuk memberikan informasi sekecil apapun kepada pihak berwenang. Karena saat ini informasi yang dibutuhkan tidak hanya dari TNI ataupun Polri, tapi juga seluruh elemen masyarakat.

Erwin mengambil kesimpulan bahwa tidak ada daerah di Indonesia yang bener-benar aman 100 persen. Banyumas ia anggap kondusif, ternyata ada seperti ini, “jadi ini merupakan peringatan bagi kita, tidak hanya dari TNI Polri tapi juga seluruh masyarakat Banyumas. Berita sekecil apapun informasikan! itu sangat penting. Ada indikasi mencurigakan sekecil apapun laporkan. Saya yakin tidak akan ada ruang gerak bagi mereka di wilayah Banyumas ini,” tegasnya.(***)

Most Popular

To Top