Hukum

Hari ini, Yayasan Supersemar Wajib Mengembalikan Uang 4,4 Triliun Kepada Negara

yayasan supersemar

Ayonews, Jakarta
Setelah bertahun-tahun, rakyat Indonesia yang menyerahkan kuasa ke pemerintah dan Jaksa Agung memenangkan uang Rp 4,4 triliun yang diselewengkan Yayasan Supersemar. Hasilnya, proses eksekusi memasuki tahap final.
Pada Kamis (28/1/2016), Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memberikan waktu hingga hari ini kepada Yayasan Supersemar untuk melaksanakan putusan MA tersebut.
PN Jaksel memberikan waktu agar yayasan membayar sukarela terkait penyelewengan dana yayasan yang diraup dari bank negara BUMN sebesar Rp 4,4 triliun.
“Kita beri waktu 8 hari, sebagai masa melaksanakan isi putusan secara sukarela,” kata humas PN Jaksel Made Sutrisna di ruangannya, Jl Ampera Raya, Jaksel, pada 20 Januari lalu.
Proses eksekusi sukarela ini pun telah berjalan sesuai aturan. Yaitu:

23 Desember 2015.
PN Jaksel melayangkan surat peringatan (aanmaning) pertama agar Yayasan Supersemar menjalankan putusan MA. Pihak yayasan tidak hadir dengan alasan sibuk.

6 Januari 2016
PN Jaksel kembali melayangkan surat peringatan (aanmaning) kedua kepada yayasan bikinan Soeharto itu untuk mau melaksanakan putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap. Lagi-lagi pihak yayasan tidak hadir dengan alasan sedang sibuk.

20 Januari 2016
PN Jaksel melayangkan peringatan (aanmaning) terakhir atau yang ketiga agar yayasan yang dibentuk pada 1974 itu mau membayar kerugian negara Rp 4,4 triliun. Pihak yayasan datang dan menyatakan sikap tidak mau melaksanakan putusan MA itu.

“Dasar putusan itu masih diragukan,” kata kuasa hukum Yayasan Supersemar, Bambang Hartono.
Atas hal ini, PN Jaksel memberikan batas akhir 8 hari bagi pihak Yayasan Supersemar untuk mau melaksanakan putusan MA itu. Jika tidak, PN Jaksel mempersilakan pemohon (Jaksa Agung) mengajukan eksekusi paksa.(***)

Most Popular

To Top