Hukum & Kriminal

Gurihnya Bisnis Ginjal, Untung Ratusan Juta, Libatkan Dokter Profesional & 3 Rumah Sakit Besar

cangkok ginjal

Ayonews, Jakarta
Bisanis ginjal menggiurkan. Untungnya bisa ratusan juta bagi perantara bisnis ini. Tak hanya melibatkan orang per orang. Tapi juga rumah sakit besar. Bagi pemilik ginjal, uang yang didapat tidak seberapa, tapi organ penting di tubuhnya hilang begitu saja.

Mirisnya lagi, penjual ginjal ini juga ikut berurusan dengan hukum.
Bisnis illegal ini sudah terendus polisi. Baru-baru ini Mabes Polri mengungkapkan, ada sekelompok orang yang memang mencari orang yang mau menjual ginjal. Uang puluhan juta rupiah diberikan sebagai ganti kepada orang yang mau menjual ginjal.
HLL adalah salah satu yang nekat menjual ginjalnya demi kebutuhan ekonomi. HLL yang seorang sopir Angkot yang ditahan di Polres Garut. Saat menjalani proses hukum karena tindak pidana, HLL meringkuk di pojokan tahanan.

Saat ditanya petugas kepolisian soal sakitnya, muncul pengakuan soal penjualan ginjal. “Ini karena alasan ekonomi,” kata Kasubdit III Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Umar Surya Fana, Kamis (28/1/2016).
Awal mulanya, kata Umar, pada bulan Juni 2015, HLL didatangi tersangka AG. Dia ditawarkan sejumlah uang agar menjual ginjalnya. HLL mengiyakan. Kemudian dilakukan tes lab di Bandung. Hasil lab diberikan kepada orang yang menerima ginjal. Setelah dicek, dan kemudian cocok, HLL dibawa ke Jakarta.

Ada tiga rumah sakit yang menjadi langganan kelompok jual beli ginjal ini untuk melakukan operasi. Dokter-dokter yang terlibat juga yang biasa melakukan operasi. Untuk menjual ginjal ini, HLL mendapatkan bayaran Rp 90 juta, sedang AG biasa mendapat komisi Rp 5-10 juta, demikian juga tersangka D, sedangkan yang menghubungkan dengan penerima ginjal tersangka HS mendapatkan Rp 100-110 juta. Sementara para penerima ginjal membayar Rp 225 juta.
“Para tersangka ini mencari korban pengakuannya sejak 2008,” terang Umar lagi.

Polisi bergerak menelusuri pengakuan HLL. Para tersangka akhirnya diciduk dan kini ditahan di Mabes Polri. Ketiga tersangka diganjar Pasal 64 ayat 3 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. “Untuk dokter dan rumah sakit masih kita dalami,” tambah Umar.(***)

Most Popular

To Top