Hukum & Kriminal

Soal Terorisme, Kapolri Ngeluh Tugasnya Kayak Petugas Pemadam Kebakaran

2016-01-25 20.07.39

Ayonews, Jakarta

Bukan perkara mudah mencegah aksi terorisme. Aparat penegak hukum pun tak bisa berbuat apa-apa ketika mendapati seseorang yang baru kembali dari Suriah bergabung dengan ISIS atau kelompok radikal lainnya.

Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengatakan, hal itu dikarenakan terbatasnya kewenangan yang dimiliki Polri dalam UU Terorisme.

“Selama ini UU Terorisme hanya menempatkan polisi sebagai pemadam kebakaran, bagaimana kita bisa mencegah,” kata Badrodin dalam rapat kerja Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Badrodin mencontohkan pihaknya tidak dapat memproses pidana bila terdapat kecurigaan dengan orang yang pulang dari Suriah. Sebab, saat diperiksa tidak memiliki pelanggaran.

“Kalau di negara lain cukup maju, ada preventif detention, orang bisa ditahan sampai menunggu proses hukum, karena yang diancam negara. Ini Lex Specialis,” imbuh Jenderal Bintang Empat itu. ‎

Ia kembali mencontohkan kepolisian tidak dapat memproses hukum warga negara Indonesia yang mengikuti latihan militer di camp Mindanau, Filipina Selatan dibawah pimpinan Abu Sayyaf.

Menurutnya, fakta-fakta diatas akan menjadikan terorisme terus berkembang.

“Saya sering sampaikan selama ini bersimpati pada ISIS karena mereka seolah melakukan perjuangan. Kami memerangi ISIS bukan karena agama tapi potensi terorisme, saya berharap, dengan kejadian di Thamrin masyarakat tersadarkan ISIS ada bahaya, kita tingkatkan kewaspadaan. Kami minta dukungan persetujuan revisi UU,” ungkapnya.(***)

Most Popular

To Top