Hukum & Kriminal

Dikenal Pendiam & Aktif di Masjid, Warga Depok Ditangkap Densus 88

AppleMark

AppleMark

Ayonews, Jakarta
Ditangkapnya Siadih Supriatna (28), warga Kampung Ciutara, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi oleh Densus 88 Mabes Polri pada Jumat (15/1) pekan lalu membuat keluarga besar Titin (61) tak percaya. Terlebih ketika mendapat surat pemberitahuan dari Mabes Polri bahwa salah satu anggota keluarganya diduga terlibat aksi terorisme bom Sarinah.

Keluarga Siadih baru menerima surat tersebut pada Jumat (22/1/2016) siang. Mereka mengaku tidak percaya Siadih yang dikenal pendiam dan jarang bergaul diduga terlibat aksi terorisme.

“Dia orangnya pendiam, cukup aktif dalam kegiatan keagamaan, salah satunya kegiatan remaja masjid. Terakhir yang saya tahu si akang kerja sebagai office boy di salah satu universitas di Bogor,” ujar adik kandung Siadih, Neti Kusmawati (24) kepada wartawan.

Menurut Neti, kakaknya itu sudah dikarunai seorang anak dari hasil pernikahan dengan perempuan asal Jawa Tengah. Neti juga tahu kakaknya itu kerap tinggal di rumah istrinya.
“Kontak terakhir empat bulan lalu, saat Idul Fitri dia menghubungi ibu dan mengabarkan sudah bekerja di Bogor. Setelah kontak terakhir itu si akang sulit dihubungi nomernya gak aktif,” sambung Neti.
Kakak Siadih, Totok Kusmanto (36) mengaku, keluarganya pasrah dengan kejadian yang menimpa sang adik. Menurut Totok adiknya yang lama merantau tersebut meski berada di rumah jarang bicara, dan lebih banyak mengurung diri di kamar.

“Adik saya itu pendiam, tapi aktif di keagamaan. Saya belum pernah menemukan ia mendalami atau mempelajari buku yang berbau jihad. Makanya kami kaget ada pemberitahuan penangkapan atas nama adik saya, saya kaget sekaligus tak percaya adik saya diduga sebagai teroris,” kata Totok.
Dalam surat bernomor B/96/I/2016/Densus tanggal 15 Januari 2016 disebut Siadih mempunyai beragam nama samaran yakni alias Adi, alias Ceking, alias Memet dan alias Doni Alamsyah.(***)

Most Popular

To Top