Hukum & Kriminal

Cegah Teror Thamrin Terulang, Polisi Minta Bantuan Satpam

1291756_20160114035049

Ayonews, Jakarta

Agar peristiwa teror Thamrin 14 Januari tak terulang, Polda Metro Jaya mengumpulkan sejumlah pengusaha outsourcing di bidang jasa pengamanan pasca teror bom di Thamrin, Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian meminta agar satpam dan sekuriti meningkatkan pengamanan di lingungannya.

“Pertemuan tadi saya menjelaskan tentang peristiwa tanggal 14 (Januari lalu) supaya tidak terjadi simpang siur berita. Kedua melakukan evaluasi bagaimana respon pengamanan dan manajemen pengamanan dalam peristiwa seperti itu,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/1).

Dari peristiwa itu, Tito meminta agar menjadi pelajaran bagi satpam atau sekuriti untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi dan kondisi di sekitar lingkungan.

Satpam merupakan kepanjangan tangan kepolisian yang memiliki kekuatan besar untuk membantu tugas polisi dalam menciptakan situasi yang kondusif.

“Kita perlu mengevaluasi sistem pengamanan masing-masing karena di Polda Metro Jaya ini anggotanya 32 ribu, ini mengamankan lebih dari 20 juta masyarakat di Jakarta, Bekasi dan Depok,” ujar Tito.

Menurut Tito, Polda sudah dibantu teman dari Pemda dan TNI. Namun demikian, lanjut Rito, unsur pengamanan terbesar di pengamanan swakarsa, jumlahnya ratusan ribu. “Oleh karena itu kita minta teman-teman dari pengamanan swakarsa, satpam dan lain-lain, mereka juga melakukan evaluasi sistem pengamanan masing-masing,” paparnya.

Ia juga meminta agar pengelola mal dan perkantoran memperbanyak pemasangan CCTV. Kapolda mengimbau agar sekuriti dan satpam sigap begitu melihat ada kecurigaan.

“Kalau ada yang mencurigakan teman-teman satpam bisa mengenali yang dicurigai atau tidak,” lanjutnya.(ari)

Most Popular

To Top